Dwi Bentuk Sembilan Pos Pemantau Bencana
Mulai senin (23/1) hingga sebulan mendatang pos itu mulai diaktifkan
Tayang:
Penulis: bbb | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Untuk menghadapi puncak musim hujan yang menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada dasarian kedua Januari hingga dasarian kedua Februari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan sembilan pos pemantauan bencana.
Mulai senin (23/1) hingga sebulan mendatang pos itu mulai diaktifkan. "Kami berkaca pada pengalaman banjir besar pada 1 Januari kemarin," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di kantornya, Senin (16/1/2012) siang.
Sembilan pos pemantauan itu terdiri atas enam titik di bantaran sungai antara lain Sungai Code, Sungai Winongo, Sungai Gajah Wong, Sungai Opak, Sungai Gendol dan Sungai Bedog. Sedangkan tiga lainnya memantau daerah rawan longsor di tiga kecamatan yaitu Imogiri, Dlingo dan Piyungan. Pos itu nantinya akan berbentuk tenda kecil.
Titik-titik yang diutamakan adalah yang rawan banjir baik karena bantaran yang rendah ataupun daerah tempuran dua sungai. Untuk yang longsor tempat pemantauan berada di lokasi strategis misalnya pos Kedung Miri, Sriharjo, Imogiri yang bisa memantau dua desa sekaligus yaitu Wukirsari dan girirejo. (*)