Bandar Ganja
Mayoritas Pengguna Ganja Kalangan Mahasiswa
Pada tahun 2011 total tersangka yang diamankan tercatat sebanyak 66 tersangka
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: ufi
Pembuka kasus penyalahgunaan narkoba yang tertangkap pada awal tahun 2012 yaitu, Amaluddin alias Uun (26), mahasiswa Perguruan Tinggi di Yogyakarta harus mendekam dibalik jeruji besi sebab ketahuan menggunakan dan menyimpan ganja seberat 47.5 gram. "Saya beli ganja itu seharga 550 ribu per paket. Sebagian sudah saya gunakan,"katanya, Rabu (11/1).
Dia ditangkap setelah sebelumnya terlibat transaksi ganja dengan seorang bandar yang berhasil diamankan sebelumnya. Dari informasi sang bandar, para pembeli ganja langsung ikut diamankan sebagai pengembangan kasus.
Data Satresnarkoba Yogyakarta menyebutkan, pada tahun 2011 total tersangka yang diamankan tercatat sebanyak 66 tersangka. Dari jumlah itu, 20 orang tercatat sebagai mahasiswa, 18 orang berprofesi swasta dan 14 wiraswata.
"Dari jumlah itu diketahui sebagian besar adalah mahasiswa yang menyalahgunakan narkoba. Sedangkan sisanya, berprofesi lain, total barang bukti lebih kurang 1404,66 gram,"kata Kasat Narkoba Polresta Yogyakarta, Kompol Andreas Deddy Wijaya.
Terungkap juga pada 2011, Satnarkoba mengungkap sebanyak 58 kasus narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Mayoritas pengguna Narkoba dikalangan mahasiswa juga tercatat pada 2010, dari 90 orang yang tertangkap, 30 orang adalah mahasiswa.
Namun jika dibandingkan tahun 2010, jumlah kasus narkoba menurun. Karena pada 2010 Polresta berhasil mengungkap 85 kasus dengan jumlah tersangka 93 orang. Barang bukti yang berhasil diamankan, shabu seberat sekitar 14,5 gram, putaw 0,5 gram, ganja 7,957 Kg.
Kanit I Satnarkoba Polresta Yogya, AKP Iman Heri menambahkan, mahasiswa yang tertangkap sebagian besar berasal dari daerah luar Jawa. Mereka sudah membawa kebiasaan lama dari tempat asal kemudian dilanjutkan saat belajar di Yogya.
Menurut dia, beberapa titik rawan yang kerap dijadikan kalangan mahasiswa untuk menggunakan ganja yaitu di rumah kost dan sebagian di asrama daerah. "Beberapa kasus yang terungkap, penangkapan dilakukan di asrama. Sebab asrama minim pengawasan,"imbuhnya. (*)