Danrem Pilih Pistol FN saat Menembak

latihan menembak di Markas Batalyon yang berada di Jalan Kaliurang km 6,5, Kentungan, Sleman, Yogyakarta

Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN -  Membidikan arah peluru hingga tepat sasaran tak semudah yang dibayangkan. Perlu latihan rutin agar peluru yang melesat dari senjata tak melenceng jauh dari titik tujuan yang berada jauh di depan.

Kamis (12/1), dipimpin langsung oleh Komandan Korem 072/Pamungkas Kolonel Kav Sumedy, prajurit Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista yang berada di bawah struktur Korem 072/Pamungkas, Yogya mengadakan latihan menembak di Markas Batalyon yang berada di Jalan Kaliurang km 6,5, Kentungan, Sleman, Yogyakarta.

Saat latihan, Sumedy memilih menggunakan senjata pistol jenis FN-45 kaliber 9 mm.  tampak juga pada kegiatan itu Kasrem 072 Pamungkas Letkol (Inf) Arudji Anwar yang menggunakan yang juga memilih FN untuk berlatih.

 Sedangkan prajurit menggunakan senjata laras panjang jenis Senapan Serbu-1 (SS-1) dan pistol jenis FN yang menjadi senjata standar milik  TNI/Polri buatan PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) Indonesia.

“Menembakan senjata tak boleh sembarangan. Jika ingin mahir menembak perlu latihan rutin meski peluru yang digunakan masih terbatas,”kata Komandan Korem 072/Pamungkas Kolonel Kav Sumedy.

Displin yang tinggi juga menjadi doktrin yang selalu diterapkan saat latihan, kata Sumedy, merujuk pada prosedur tetap, tentara tidak boleh menembakan senjata sembarang sebelum mendapatkan perintah dari atasanya.

Perlu diketahui, Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista merupakan Batalyon Infanteri Teritorial yang berada di bawah Struktur Komando Korem 072/Pamungkas dan Kodam IV/Diponegoro. Disana  merupakan markas dari Markas Batalyon, Kompi Markas, Kompi Senapan (Kipan) A, Kompi B, dan Kompi Bantuan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved