Yogya Waspada Leptospirosis

Dinas Kesehatan Yogyakarta menghimbau warga mewaspadai penyebaran penyakit Leptospirosis

Tayang:
Penulis: Rina Eviana Dewi | Editor: ufi
 TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengingat musim hujan di wilayah Yogyakarta masih panjang, Dinas Kesehatan Yogyakarta menghimbau warga mewaspadai penyebaran penyakit Leptospirosis. Penyakit yang disebabkan kencing tikus ini penyebarannya rentan terjadi saat musim penghujan.

Terlebih di awal tahun ini, satu kasus leptospirosis di Yogyakarta sudah terjadi muncul di Yogyakarta. Seorang warga asal Mantrijeron diketahui positif mengidap penyakit yang disebabkan kencing tikus tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Yogyakarta, Vita Yulia mengatakan warga yang positif Leptospirosis itu, katanya terkena kencing tikus justru bukan dari lahan pertanian. "Itu malah setelah bersih-bersih rumah. Kemungkinan kotoran tikus ada dirumah terkena hujan jadi menyebar," kata Vita di kantornya, Selasa (10/1).

Kasus itu kemudian bisa tertangani. Pasien telah sembuh dan dibawa pulang ke rumah. Vita mengingatkan, saat musim penghujan seperti sekarang, warga harus waspada penyakit tersebut.

Terlebih jika banjir terjadi tikus yang biasanya berada di gorong-gorong akan menyebar. "Selain itu saat hujan atau banjir kotoran tikus yang terkena air hujan bisa menjadi ancaman serius," katanya.

Diakuinya, kasus Leptospirosis di Yogyakarta tidak disebabkan oleh tikus sawah, melainkan tikus rumah.

Karenanya warga diminta melakukan kebiasaan hidup sehat untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut.(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved