Bandar Ganja

Bandar Ganja Naik Kereta Api Hindari Polisi

Ichung memanfaatkan Kereta Api (KA) sebagai alat transportasi yang minim resiko tertangkap petugas.

Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: ufi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Iwan Al Khasni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Agar tak mudah terkena razia narkoba saat membawa ganja yang dibeli dari bandar di Jakarta. Ichung memanfaatkan Kereta Api (KA) sebagai alat transportasi yang minim resiko tertangkap petugas. 

Informasi yang dihimpun Tribun Jogja di Mapolresta menyebutkan, Ichung pulang dari Jakarta menuju Yogya naik Senta Utama. Polisi sempat kehilangan tersangka sebab info awal tersangka dikabarkan naik KA kelas ekonomi.

Saat dicegat di Lempuyangan, tersangka ternyata turun di Stasiun Tugu. Dia kemudian keluar dari staisun tidak melalui pintu keluar namun menyusuri rel kereta api hingga perlintasan KA di Teteg Tugu. 

Selanjutnya berjalan hingga depan Malioboro Mal untuk memastikan tidak diikuti. Setelah itu, dia naik taksi menuju ke tempat persingahan guna membagi ganja seberat satu kilo menjadi beberapa paket.  

Modus yang digunakan Ichung terbilang konservatif, sebab sebagian besar para pengedar dan Bandar menggunakan cara transaksi menggunakan rekening tanpa tatap muka kemudian diminta mengambil barang di satu tempat yang disepakati. 

“Dia tidak pernah langsung pulang ke rumahnya di Berbah usai membawa ganja dari Jakarta. Cara itu sengaja digunakan oleh tersangka untuk mengamankan diri,”ungkap Kanit I Satresnarkoba Polresta Yogyakarta AKP Iman Heri. 

Selain jumlah penumpang yang banyak, pemeriksaan di stasiun KA relatif sulit dibandingkan menggunakan kendaraan lain. Jalur penumpang bisa melalui beberapa jalur hingga menyulitkan pengejaran bila dilakukan oleh personil dalam jumlah terbatas. 

“Saat keluar dia tidak menggunakan pintu masuk tetapi menyusuri rel. itu artinya sudah ada antisipasi,”katanya.  

Direktur reskrim narkoba Polda DIY Kombes Pol Widjanarko dalam kesempatan berbeda mengatakan, untuk menelusuri peredaran narkoba di wilayah DIY, razia juga dilakukan di dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) khusus narkoba.

Razia dilakukan sebab para napi disinyalir masih menyimpan narkoba di dalam lapas dan juga menyimpan alat komunikasi handphone untuk melakukan transasi narkoba di dalam lapas. “Pelaksaan razia dilakukan bekerjasama dengan BNN Jakarta,” katanya. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved