KA Prameks Diganti Kereta Ber-AC
Ada Penyesuaian Tarif
Jika saat ini tarif Prameks Rp 10 ribu maka nantinya ada kenaikan tariff antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu
Tayang:
Penulis: Rina Eviana Dewi | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Dengan adanya penggantian armada baru menggunakan kereta ber-AC, Humas PT KAI Daop VI Eko Budiantoro menuturkan, imbasnya adalah adanya kenaikan tarif Prameks karena menyesuaikan dengan fasilitas kereta. Eko menuturkan jika saat ini tarif Prameks Rp 10 ribu maka nantinya kemungkinan jika armada baru telah terealisasi ada kenaikan tariff antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.
Menurutnya penggantian armada baru tersebut sangatlah tepat. Sebab selama ini, kereta Prameks menjadi harapan bagi masyarakat Yogyakarta dan Solo. Dengan penggantian armada baru, diharapkannya Prameks semakin handal melayani masyarakat. Selama ini menurutnya dalam satu hari jumlah penumpang mencapai 10 ribuan.
Meskipun rencananya PT KA akan mengganti Prameks dengan armada baru, diharapkan tarif yang dikenakan tidak mahal. Dewan Pembina Komunitas Pramekers Jogja (KPJ) Eko Setianto dihubungi secara terpisah mengatakan, dibanding kereta komuter lain, tarif Prameks tergolong paling tinggi.
Karenanya setelah melakukan rapat dengan jajaran pengurus komunitas, pihaknya akan mendesak pemerintah untuk memberikan dana Public Service Obligation (PSO). Jika Prameks masuk sebagai kereta penerima PSO maka tarif yang dikenakan kepada pengguna jasa tidak mahal.
"Jika menggunakan tarif sekarang saja pendapatan dari Prameks setiap tahun mencapai Rp 26 miliar dan hanya 70 persen yang digunakan sebagai biaya operasional. Artinya masih ada laba 30 persen," katanya.
Dengan demikian, mereka berharap pemerintah jangan hanya mengejar komersialisasi transportasi kereta api saja. Namun juga pelayanan harus ditingkatkan.
Senada dengan Eko, Silvia Handayani (24), pengguna Prameks berharap jika diganti dengan armada baru, ia berharap tarif yang dikenakan tidak mahal. Sebab mahasiswi Universitas Gadjah Mada asal Sukoharjo ini mengaku kerap kali menggunakan jasa kereta api Prameks jika pulang.
"Kalau tarifnya naik maka uang yang harus saya keluarkan bertambah. Semoga tarifnya tidak terlalu mahal. Saya dua seminggu sekali bolak-balik pulang ke Solo pakai kereta Prameks," ucapnya. (*)