Sumur Warga Bantaran Winongo Keruh

Hampir sepekan pascaluapan banjir sungai-sungai di Yogyakarta, Minggu kemarin, dampak banjir masih dirasakan warga hingga sekarang.

Tayang:
Penulis: Rina Eviana Dewi | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hampir sepekan pascaluapan banjir sungai-sungai di Yogyakarta, Minggu kemarin, dampak banjir masih dirasakan warga hingga sekarang.

Warni (36) warga RT 23 RW 4 Tejokusuman Notoprajan Kecamatan Ngampilan tidak berani mengkonsumsi air sumur miliknya.

Sampai kemarin air sumur di rumahnya keruh dan tidak jernih seperti sebelumnya. Ia bersama keluarganya hanya menggunakan air sumur untuk keperluan mencuci maupun mandi.

Untuk air minum sehari-hari, Warni harus mengambil air dari sumur milik tetangganya yang lokasinya di atas tempat tinggalnya.

Ia menceritakan saat luapan banjir terjadi, limpasan air sungai merendam rumahnya termasuk sumur miliknya. Air sungai yang membawa lumpur tersebut otomatis masuk ke sumur dan hal inilah yang ia nilai menyebabkan air sumur menjadi keruh."Air sungai kemarin masuk semua ke sumur karena rumah saya juga kemasukan air sampai lebih dari satu meter," katanya ditemui dirumahnya, Kamis (5/1).

Karena keruh, katanya, sumur tersebut sampai kemarin masih dipasangi alat pendeteksi pencemaran dari Puskesmas setempat. Katanya pemasangan alat tersebut ntuk mendeteksi kondisi pencemaran pascabanjir kemarin.

Sumur warga yang keruh menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tuty Setyowati telah ditindaklanjuti. Petugas Puskesmas di wilayah telah terjun langsung ke rumah warga untuk memberikan chlor diffuser.

"Kalau sumur keruh itu ada kandungan e Coli. Jadi penanganannnya dengan chlor diffuser," tuturnya.(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved