Jokowi Merasa Tidak Ada Potongan Jadi Presiden
Jokowi merasa tidak cukup pantas untuk ikut bersaing dalam percaturan memperebutkan kursi presiden.
Tayang:
Editor:
ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Nama Wali Kota Solo, disebut oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, Dr.Yuddy Chrisnandi, pantas dicalonkan PDIP sebagai Calon Presiden. "Andai PDIP Visioner, Calonkan Joko Widodo sebagai Capres2014, beri dukungan penuh, saya pribadi menyokongnya utk kebaikan Indonesia, bisa Menang," tulis Yuddy melalui akun twitternya @yuddychrisnandi.
Namun, sanjungan tersebut ditanggapi dengan rendah hati oleh Wali Kota Solo yang akrab disapa Jokowi itu. "Jadi wali kota saja nggak ada potongan. Potongannya aja nggak ada," ujar pria berperawakan kurus tersebut, Jumat (06/01/2012). Dirinya merasa tidak cukup pantas untuk ikut bersaing dalam percaturan memperebutkan kursi presiden.
Jokowi menekankan, bahwa pemilihan presiden bukan kelasnya, terlalu tinggi bagi dirinya. "Yang tinggi-tinggi itu buat yang pinter-pinter saja. Saya kelasnya lokal, kelas RT jangan diajak bicara yang tinggi-tinggi," katanya sambil terus mengumbar senyuman. Bahkan, jika akhirnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang meminta, Jokowi tetap merasa tidak pantas untuk bersaing sebagai capres.
Namun, sanjungan tersebut ditanggapi dengan rendah hati oleh Wali Kota Solo yang akrab disapa Jokowi itu. "Jadi wali kota saja nggak ada potongan. Potongannya aja nggak ada," ujar pria berperawakan kurus tersebut, Jumat (06/01/2012). Dirinya merasa tidak cukup pantas untuk ikut bersaing dalam percaturan memperebutkan kursi presiden.
Jokowi menekankan, bahwa pemilihan presiden bukan kelasnya, terlalu tinggi bagi dirinya. "Yang tinggi-tinggi itu buat yang pinter-pinter saja. Saya kelasnya lokal, kelas RT jangan diajak bicara yang tinggi-tinggi," katanya sambil terus mengumbar senyuman. Bahkan, jika akhirnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang meminta, Jokowi tetap merasa tidak pantas untuk bersaing sebagai capres.
"Sekali lagi, potongannya saja nggak ada. Kok capres capres," ujarnya menegaskan. (*)