Perang Antar Geng Pelajar
Pelajar Sekap Anggota Geng Lawan
mereka sudah berani menyekap pelajar lain yang dianggap sebagai lawannya
Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kelakukan pelajar sekolah di Yogyakarta yang bergabung menjadi anggota geng makin memprihatinkan, tak hanya baku hantam dengan musuhnya, mereka sudah berani menyekap pelajar lain yang dianggap sebagai lawannya.
Peristiwa penyekapan pelajar oleh anggota geng Respect terjadi, Minggu (1/1) sekitar pukul 05.00 WIB dini hari hingga sekitar pukul 07.00 WIB, di sebuah asrama sekolah swasta di Yogyakarta.
Korbannya, pelajar SMA 1 di Sleman, Harifz (17) yang diketahui tergabung juga dalam geng pelajar bernama BBC. Sedangkan pelaku penyekapan berasal dari geng Respect yang terdiri dari lima orang pelajar dan satu orang alumnus.
Kelima pelajar itu adalah Gs (16), Fn (17), And (17), Bet (17), dan Bal (17) yang statusnya pelajar di SMA. Sedangkan satu lagi bernama Gita (19) sang alumunus yang diketahui belum bekerja usai lulus sekolah.
Informasi yang didapatkan dari Kepolisian Ngampilan, Kamis (5/1) menyebutkan, polisi mengamankan dua lagi siswa yaitu Ad (16) dan Don (18) yang terlibat tawuran pada Rabu (4/1), total siswa yang diamankan tercatat sebanyak delapan orang.
“Dua tersangka yang diamankan sebab diketahui membawa senjata tajam saat terjadi bentrok. Keterangan saksi ada yang mengenali pedang yang ditemukan di TKP,”kata Kapolsek Ngampilan, Yogyakarta Kompol Edi Sugiharto.
Kejadian penyekapan itu diawali ketegangan antara kedua kelompok tersebut. Satu kelompok sempat menunggu di seputaran Balai Kota Yogya, kelompok lain berada di Jalan Ahmad Dahlan, Ngampilan.
Sejurus kemudian, geng BBC berboncengan secara berkelompok menuju ke Jl Ahmad Dahlan, namun disana, BBB sudah ditunggu oleh kelompok Respect yang jumlahnya lebih banyak.
Bentrok tidak dapat dihindari, sebagian dari geng BBC kabur sebab kalah jumlah. Tetapi dua orang dari mereka diketahui sempat terjatuh, mereka adalah Surya Aditama (17) dan Harifz.
“Keduanya sempat mendapatkan perawatan sebab mengalami luka-luka dan beberapa jahitan,”terangya.
Selanjutnya, terang Kapolsek, saat terjadi bentrok sempat dibubarkan oleh warga. Harifz yang masih berada dilokasi sempat dihalang-halangi oleh seseorang, dia mengaku sebagai anggota reserse.
“Dia kemudian diajak ke seputaran Alun-alun untuk pura-pura diperiksa identitasnya. Tapi sebenarnya, yang mengajak korban adalah Gs yang tak lain anggota respect,”terang Kapolsek.
Gs langsung menghubungi anggota respect lainnya dan diminta menunggu di asrama SMA di Wirobrajan, kemudian Harifz akan dibawa ke asrama. Disana korban sempat disekap kemudian dilepaskan sekitar pukul 07.00 WIB.
Setelah sempat disekap sekitar dua jam kemudian dilepaskan, Harifz korban penyekapan memilih tak langsung pulang. Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WIB, dia mendatangi Polsek Ngampilan guna melaporkan kejadian yang menimpanya. (*)