Bentrok Suporter
Sesama Pendukung PSIM Bentrok
Satu orang mengalami luka sobek sepanjang 20-30 cm dibagian perut sebab disayat cutter
Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: ufi
Laporan Reporter Tribun, Jogja, Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bentrok antar dua suporter pendukung PSIM Yogyakarta pecah usai pertandingan antara PSIM versus Persih Tembilahan dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Mandala Krida, Selasa (3/1) malam. Sedikitnya tiga orang mengalami luka berat hingga harus dirawat intensif di sejumlah rumah sakit di Yogyakarta.
Informasi yang dihimpun Tribun Jogja dari Kepolisian Resort Kota Yogyakarta menyebutkan, gesekan antar dua kubu pendukung PSIM Yogyakarta sudah terjadi sejak lama ketika kedua pendukung PSIM terpecah menjadi dua kelompok.
Dua kelompok pendukung bersitegang lagi usai pertandingan PSIM versus Persih Tembilahan di sejumlah tempat di Yogyakarta. Satu diantaranya di seputaran perempatan Ketandan, Kotagede, Yogya sekitar pukul 21.30 WIB.
Saat bentrok terjadi, satu orang mengalami luka sobek sepanjang 20-30 cm dibagian perut sebab disayat cutter. Korban diketahui bernama Supomo (20) warga Gedongkuning, korban selanjutnya Aziz (16) mengalami patah kaki saat bentrok terjadi.
“Dari kejadian itu kami sudah amankan tiga tersangka. Satu dari mereka diketahui menggunakan cutter untuk merobek perut korban hingga mengalami luka sobek,”kata Kasat Reskrim Polresta, Yogyakarta, Kompol Donny Siswoyo.
Awalnya polisi mengamankan enam orang yang diduga terlibat melakukan penganiayaan terhadap korban. Namn setelah proses penyelidikan dan hasil keterangan dari saksi dan korban, akhirnya tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka adalah Bogel (19) Fuad (12) keduanya warga Banguntapan, Bantul dan Helman (19) warga Kotagede, Yogyakarta. Kini ketiganya meringkuk di Mapolresta guna menjalani proses hukum yang berlaku.
Kaur Bin Operasional (KBO) Satreskrim Polresta Yogyakarta Iptu I Made Hendra mengungkapkan, kejadian bentrok antar suporter itu diawali dari saling ejek antar dua pendukung PSIM.
“Korban dan pelaku ada yang saling kenal sehingga penelusuran pengusutan kasus lebih mudah. Awalnya memang korban yang mengejek pelaku hingga akhirnya dihadang di daerah Ketandan,”katanya.
Bentrok pun terjadi, korban terjatuh hingga mengalami luka sabet dan patah. Setelah itu, pelaku kabur dengan meninggalkan barang bukti berupa cutter yang digunakan untuk melukai lawannya.
Diungkapkan Made, sebab saling kenal, tim kemudian melakukan penelusuran terhadap dugaan pelaku. Akhirnya berkembang hingga mereka ditangkap di rumah masing-masing dari pukul 11.30 hingga 05.00 dini hari. (*)