Bentrok Suporter
PSIM minta Suporter Menahan Diri
keduanya sempat dipertemukan di Mapolresta Yogyakarta pada tahun 2011 lalu.
Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: ufi
Laporan Reporter Tribun, Jogja, Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Usaha masing masing pihak agar tidak terjadi bentrok sudah berulang kali dilakukan. Catatan Tribun Jogja, keduanya sempat dipertemukan di Mapolresta Yogyakarta pada tahun 2011 lalu.
Pada pertemuan itu General Manager PSIM, Hans Purwanto, mengingatkan mereka agar tak saling mencerca saat memberi dukungan kepada PSIM.
"Saya tidak mau lagi mendengar ada syair atau lagu yang bernada menghina atau menjelek-jelekkan salah satu suporter, " ucapnya, dalam acara Dialog Mewujudkan Kota Yogya yang Aman dan Kondusif, di Mapolresta.
Para tokoh Brajamusti dan Maiden hadir dalam acara itu. Antara lain, Wakil Presiden Brajamusti, Resi Cahyadi alias Amin; Ketua Laskar Brajamusti, Eko Satrio Pringgodani; Ketua Umum Maiden, Setyo Hadi Gunawan; dan Bagian Dana maiden, Heru Piyu.
Hans mengatakan, daripada mengeluarkan yel-yel bernada mengejek, lebih baik para suporter menyanyikan lagu 'Jogja Istimewa'. Lagu ini sekarang sedang populer setelah muncul kontroversi tentang Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pihak managemen dan klub berharap para suporter bisa saling menahan diri dan mampu bersikap dewasa. Agar para pemain mendapat suport yang baik dari suporter akan bisa menjadi energi positif.(*)