2,5 Kilometer Bantaran Sungai di Bantul Rawan Banjir
Sedikitnya 2,5 Kilometer kawasan bantaran sungai di Bantul rawwn banjir
Tayang:
Penulis: bbb | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL -Pascabanjir, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Yulianto mengaku saat ini pihaknya baru berkonsentrasi untuk siaga darurat akibat banjir pada hari pertama di tahun 2012 lalu. Jika benar ada, maka pihaknya akan mensurvey seberapa urgent penangannya nanti.
"Salah satu yang urgent itu yang di dusun Kwalangan, Wijirejo, Pandak (berita Tribun Jogja, 14/11) yang di bantaran Sungai Bedog butuh Rp 515 juta," katanya di kompleks kantor Bupati, Selasa (3/1/2012).
Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pihaknya saat ini telah mendata 20 titik rawan di seluruh sungai di Bantul yang perlu ditangani sesegera mungkin (dipasang talud).
Sungai-sungai yang dimaksud antara lain Sungai Winongi, Sungai Code, Sungai Gajah Wong, Sungai Oyo dan Sungai Bedog.
"Dari situ ada 10 titik yang diprioritaskan untuk digarap, minggu depan harus segera digarap ini soalnya dalam rangka siaga darurat," kata Yulianto usai rapat koordinasi Pemrioritasan itu karena dana dari BPBD DIY tidak cukup.
Yang langsung berdampak ke pemukiman warga yang akan digarap secepatnya, hal itu untuk mengantisipasi puncak musim hujan yang menurut BMKG jatuh pada pertengahan Januari hingga Februari. Total panjang sungai yang perlu ditangani adalah Rp 2,5 kilometer. Dana yang dibutuhkan pun mencapai Rp 3,7 Miliar. (*)
"Salah satu yang urgent itu yang di dusun Kwalangan, Wijirejo, Pandak (berita Tribun Jogja, 14/11) yang di bantaran Sungai Bedog butuh Rp 515 juta," katanya di kompleks kantor Bupati, Selasa (3/1/2012).
Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pihaknya saat ini telah mendata 20 titik rawan di seluruh sungai di Bantul yang perlu ditangani sesegera mungkin (dipasang talud).
Sungai-sungai yang dimaksud antara lain Sungai Winongi, Sungai Code, Sungai Gajah Wong, Sungai Oyo dan Sungai Bedog.
"Dari situ ada 10 titik yang diprioritaskan untuk digarap, minggu depan harus segera digarap ini soalnya dalam rangka siaga darurat," kata Yulianto usai rapat koordinasi Pemrioritasan itu karena dana dari BPBD DIY tidak cukup.
Yang langsung berdampak ke pemukiman warga yang akan digarap secepatnya, hal itu untuk mengantisipasi puncak musim hujan yang menurut BMKG jatuh pada pertengahan Januari hingga Februari. Total panjang sungai yang perlu ditangani adalah Rp 2,5 kilometer. Dana yang dibutuhkan pun mencapai Rp 3,7 Miliar. (*)