Pakaian Picu Kenaikan Inflasi Kota Bekasi
Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, Jawa Barat mencatat kenaikan angka inflasi setempat pada Desember 2011 sebesar 0,26 persen
Tayang:
Editor:
ufi
TRIBUNJOGJA.COM, BEKASI- Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, Jawa Barat mencatat kenaikan angka inflasi setempat pada Desember 2011 sebesar 0,26 persen dibandingkan November akibat kenaikan harga pakaian.
"Angka inflasi pada Desember 2011 sebesar 0,79 persen, naik 0,26 persen dari angka inflasi November sebesar 0,53 persen," kata Kepala BPS Kota Bekasi Slamet Waluyo, di Bekasi, Selasa (3/1/2011).
Angka inflasi sebesar 0,79 persen itu, katanya, mengantarkan Kota Bekasi ke peringkat kedua kota/kabupaten di Jawa Barat dengan angka inflasi tertinggi.
Ada pun Kota Bandung berada pada peringkat pertama dengan angka inflasi sebesar 0,84 persen.
Menurut Slamet, kelompok sandang memberikan kontribusi terbesar pada peningkatan angka inflasi. Angka inflasi di kelompok ini sebesar 3,88 persen dengan kontribusi sebesar 0,173 persen.
"Subkelompok sandang wanita yang paling berpengaruh. Kenaikan harga pakaian wanita turut mendongkrak angka inflasi," kata Slamet.
Setelah kelompok sandang, kelompok bahan makanan berada di urutan selanjutnya dalam berkontribusi pada angka inflasi. Inflasi di kelompok ini sebesar 1,93 persen, di mana subkelompok bumbu-bumbuan menjadi kontributor terbesar, khususnya cabai merah.
"Harga cabai merah yang melonjak dalam beberapa pekan kemarin mempengaruhi sumbangan pada angka inflasi," katanya.
Sepanjang tahun 2011, angka inflasi Kota Bekasi tertinggi terjadi pada bulan Januari, yakni sebesar 0,85 persen. Menyusul kemudian pada bulan Desember sebesar 0,79 persen. Sebelas bulan Kota Bekasi mengalami inflasi, sedangkan pada April deflasi sebesar 0,95 persen terjadi.
Sementara untuk tahun 2012, Slamet memprediksi angka inflasi akan meningkat. Utamanya menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.
"Agenda sebesar itu berpengaruh pada angka inflasi, karena konsumsi masyarakat otomatis meningkat. Misalnya dalam hal sandang, seiring maraknya pembuatan kaos dukungan bagi kandidat," katanya.
Hal lain yang juga dapat memacu peningkatan angka inflasi ialah kenaikan harga bahan bakar minyak atau tarif dasar listrik, jika benar terealisasi.
Beberapa pekan pascarealisasi rencana tersebut gejolak di masyarakat akan mendongkrak kenaikan angka inflasi. (*)