Kriminalitas

Perampokan BRI Timoho PR Akhir Tahun

Setelah kasus itu, polisi berniat melakukan koordinasi dengan instansi untuk melakukan koreksi sistem pengamanan khususnya di bank.

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Aksi perampokan yang terjadi menjadi pekerjaan rumah kepolisian Yogyakarta di penghujung tahun 2011. Setelah kasus itu, polisi berniat melakukan koordinasi dengan instansi untuk melakukan koreksi sistem pengamanan khususnya di bank.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Mustaqim tak menampik perlu melakukan manajemen sistem pengamanan khususnya rolling petugas piket saat melakukan penjagaan yang bertepatan ketika seorang melakukan ibadah.

“Tentu kita tak akan menghalangi orang melakukan kewajiban beribadah. Untuk itu, tiap instansi perlu memperhatikan persoalan pengamanan khusus petugas jaga agar tidak terjadi kejadian serupa,”katanya.

Pada kejadian perampokan itu dapat diambil pelajaran, khususnya instansi seperti bank atau semacamnya yang menggunakan jasa pengamanan satuan pengamanan (satpam) agar sejak dini memikirkan sistem penjagaanya.

Jangan sampai tempat rawan dengan aksi tindak kriminal dibiarkan ditinggal tanpa penjagaan. Sebaiknya menutup sementara dibandingkan mengambil resiko dirampok pada saat yang tidak terduga.

Menurut dia, beberapa bank khususnya yang berskala besar sudah melakukan kerjasama dengan polisi untuk pengamanannya. Sebaiknya langkah itu dilakukan juga kepada instansi atau bank yang relative kecil agar kecolongan aksi tindak kriminal.

Sebab jika sudah terjadi aksi tindakan kriminal serupa sebab sistem pengamanan lemah, akhirnya pihak malah merugikan diri sendiri. “Dengan sistem pengamanan yang terencana setidaknya akan meminimalisir terjadinya aksi kejahatan,”katanya.(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved