Inlah Daftar Erupsi Gunung Sindoro Sejak Tahun 1808
Menurut catatan, selama 1808-1970 hanya terjadi 11 kali letusan, dan umumnya berupa abu.
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: jun
TRIBUJOGJA.COM
,
TEMANGGUNG - Masa erupsi Gunung Sundoro (yang oleh orang setempat akrab
disebut Sindoro) adalah satu gunungapi strato aktif tipe A. Menurut
catatan, selama 1808-1970 hanya terjadi 11 kali letusan, dan umumnya
berupa abu.
Berikut beberapa catatan Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, di Pos Pengamatan Gunungapi,
Sundoro-Sumbing.
1806 : Letusan dari kawah pusat. Kebeneran masih diragukan.korban jiwa manusia tidak ada..
1808 : Letusan dari kawah pusat. Tak ada informasi korban/kerusakan akibat letusan.
1818 : Letusan abu dari kawah pusat menyebar hingga pantai pekalongan.
1882 : Letusan di G Kembang abunya mencapai Kebumen. Tidak ada
informasi korban. Antatra 1-17 April mungkin terjadi leleran lava di
lereng barat laut.
1883 : Agustus, tidak ada informasi korban
1887 : 13-14 November, suara ledakan. Tidak ada informasi korban akibat letusan
1902- : 1-25 Mei kegiatan terbatas pada bualan lumpur dan lontaran batu pijar yang jatuh kembali di lubang letusan.
1903 : 16-21 Oktober, Letusan di rekahan Kali Prupuk di atas G
Kembang di antara ketinggian 2850-2980 m dml. Hujan abu sampai di
kejajar dan Garung.
1906 : 22 september-4 Oktober letusan di rekahan S1 dan terbentuk
K5 di selatan dataran pasir Z1. Pada 25 Septemver hujan di Kledung.
Tanaman banyak yang rusak, rumah penduduk terbakar.
1908 : 10 februari terdengar suara gemuruh. Tak ada kerusakan.
1910 : Januari di Temanggung kadang terdengar suara gemuruh. Tak ada informasi kerusakan.
1970 : Setelah istirahat 60 tahun terjadi kenaikan aktivitas tanpa
menghasilkan suara letusan. Tak ada informasi/kerusakan akibat
letusan.(*)