Jejak Gus Dur di Museum Romo Mangun Kali Code
Bagian pondasi rumah jebol terhantam arus lahar dingin yang menerjang, Minggu (1/5) sekitar pukul 20.00.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa anak-anak Kampung Code berlarian menyusuri jalan setapak menurun di ujung timur sisi selatan Jembatan Gondolayu, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta, Selasa (3/5/2011) siang. Hingga akhirnya mereka terhenti di atas pasir yang menumpuk di pinggir Kali Code yang arus airnya saat itu tak begitu besar.
Dari tempat anak anak bermain di atas pasir, menghadap ke arah selatan
mengikuti alur Kali Code, terlihat bangunan berukuran sekitar empat
meter kali tujuh meter, yang didominasi warna putih bertembok motif segitiga
warna kuning dan hijau, Bangunan itu tak utuh lagi. Bagian pondasi rumah jebol terhantam arus lahar dingin yang menerjang, Minggu (1/5) sekitar pukul 20.00.
Itulah bangunan bersejarah yang dibangun oleh salah satu tokoh terkenal di kawasan Kampung Code, Romo Yusuf Bilyarta (YB) Mangunwijaya atau akrab dipanggil Romo Mangun. Dialah orang yang berperan penting mendirikan kampung Code yang kala itu sempat akan digusur penguasa.
Terpampang tulisan terbuat dari kayu berbunyi "Museum Romo Mangun". Di dalam bangunan terdapat ratusan buku bacaan dan sketsa rumah karya Romo Mangun. Sketsa itu adalah hasil karyanya sebelum meninggal dunia, 10 Februari 1999, pada umur 69 tahun. Dia dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela wong cilik di Yogyakarta, khususnya bantaran Kali Code.
"Dulu Gus Dur (sebelum meninggal, Red) kalau singgah kemari menginap di rumah ini. Ada beberapa tokoh lain, termasuk Arif Budiman juga pernah menginap," kata Darsam, ketua Rt 01 Rw 01 Kampung Code, kepada Tribun Jogja, Selasa (3/5).
Sambil duduk di atas bronjong batu tepat di bawah bangunan Museum Romo
Mangun, Darsam menunjukan beberapa bagian bangunan museum yang retak terhantam lahar dingin Merapi yang mengalir melalui Kali Code. Lletak Museum berada tepat di tikungan aliran air Kali Code.
"Sebenarnya sudah diberi ada penahan aliran air, hanya saja tidak kuasa menahan aliran air yang datang malam itu," imbuhnya.