Relawan SAR Dibui

Selama di Penjara Arief Membuat Lirik Lagu dan Kata Bijak

Arief merasa stres berada di tahanan. Ia merindukan rumah, keluarga, dan teman-temannya.

Tayang:
Editor: mas
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sigit Widya

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Hampir 100 hari mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri KEjari, Arief Johar Cahyadi Permana (24), mulai merasakan kerinduan teramat sangat kepada keluarga dan teman-temannya.

“Seluruh isi dunia tak akan cukup untuk memenuhi keserakahan manusia. Orang yang bijaksana akan mengoptimalkan apa yang telah diberi olehNya, untuk melakukan yang terbaik," demikian isi pesan singkat mahasiswa Akuntansi UII Yogyakarta ini, kepada Risa Kurnianingtyas, Selasa (22/2/2011) sore, atau beberapa jam setelah sidang kasusnya digelar di Pengadilan Negeri Sleman.

Menurut Risa, Arief meminta semua teman-temannya selalu mendoakannya. Arief berharap, kasusnya cepat selesai dan ia bisa menghirup udara segar lagi.

“Arief merasa stres berada di tahanan. Ia merindukan rumah, keluarga, dan teman-temannya,” ujar Risa, seperti dikutip grup jejaring sosial facebook “SATU JUTA “Pisau lipat" untuk kebebasan relawan MERAPI”.

Seorang teman Arief lainnya berujar, selama di penjara, ternyata Arief membuat lirik lagu dan beberapa kata bijak.  “Sepertinya, ia (Arief) terilhami  Ariel Peterpan. Kami akan menjulukinya Arief Peterpan,” gurau teman Arief tersebut.

Arief ditangkap petugas Polres Sleman saat razia 23 November 2010, pukul 23.30 WIB, di Jembatan Timbang, Maguwoharjo, Sleman, DIY. Pada razia tersebut, ada 18 orang terjaring, untuk berbagai macam kasus, termasuk senjata tajam, senjata api, dan narkoba.

Pada Selasa (22/2/2011), Arief harus mengikuti sidang untuk yang kesekian kalinya. Seperti pada sidang sebelumnya, Arief mengenakan kaus SAR DIY saat menghadiri sidang kasusnya. "Kaus ini pemberian teman sesama relawan. Saya akan terus mengenakan kaus ini pada setiap persidangan," kata Arief.

Seperti sidang sebelumnya, kali ini sidang juga diwarnai orasi para relawan dan anggota SAR DIY. Mereka mengecam anggota polisi yang berlebihan menjaga mereka saat berada di Pengadilan Negeri (PN) Sleman.
"Kehadiran kita selalu disambut arogansi polisi. Mereka bersenjata laras panjang. Mengenakan baracuda dan kelengkapan lainnya," ujar Ferry Ndanpe, Wakil Komandan SAR DIY.

Ia pun mengajak rekan-rekan SAR dan elemen lain pendukung Arief Johar untuk melengserkan Kapolres Sleman. Ia menilai, kinerja Kapolres Sleman tidak becus. "Turunkan Kapolres Sleman!" tegas Ferry.

Aksi orasi dilakukan secara bergantian oleh Paguyuban CB Klaten, SAR Pantai Selatan dan lainnya. Yogyakarta Police Watch juga hadir pada persidangan ini. "Kalau hanya membawa peralatan SAR, kenapa Arief ditangkap. Tentu ada sesuatu di balik ini. Polisi tukang korupsi," ujar Baharuddin dari Yogyakarta Police Watch.

Para peserta orasi kemudian mengumpulkan uang receh sebagai tanda keprihatinan terhadap tindakan aparat hukum. Mereka prihatin dengan sikap polisi yang mudah disogok.

Sidang ditutup dengan aksi teatrikal Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Seni Indonesia, (Sasenitala). Aksi ditujukan untuk mengkritik kinerja polisi yang bertindak sewenang-wenang. "Tujuan aksi teatrikal ini intinya sama, yakni mengecam tindakan aparat kepolisian,"  tutur Koordinator Sasenitala, Setyo Bagus Wasana. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved