Lilin Imlek seharga Rp 10 Juta Dinyalakan Nanti Petang

Hal itu menandai ritual umat Kong Hu Cu menjalankan sembahyang malam Tahun Baru Imlek.

Editor: jun
Lilin Imlek seharga Rp 10 Juta Dinyalakan Nanti Petang - klenteng1-yogya.jpg
TRIBUN JOGJA/BRAMASTO ADHY
Lilin Imlek seharga Rp 10 Juta Dinyalakan Nanti Petang - klenteng-yogya.jpg
Suasan Klenteng Tjen Ling Kiong Yogyakarta, Rabu (2/2/2011). Beberapa jam lagi umat Kong Hu Cu beribadat di klenteng itu, menyambut Tahun Baru Imlek.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky AP

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua pasang lilin raksasa setinggi sekitar dua meter seharga Rp 8 juta-Rp 10 juta, di altar utama Klenteng Tjen Ling Kiong Yogyakarta, akan dinyalakan nanti petang setelah matahari terbenam, Rabu  (2/2/2011).  Hal itu menandai ritual umat Kong Hu Cu menjalankan sembahyang malam Tahun Baru Imlek.

"Lilin itu bisa tahan menyala tujuh bulan," ujar pengurus Klenteng Tjen Ling Kiong,  Margo Mulyo, saat ditemui Tribun Jogja di tempat ibadat yang  berlokasi di Jalan Poncowinatan No 16 Yogyakarta,  Rabu, (2/2/2011).

Sepasang lilin raksasa itu merupakan persembahan keluarga Liang Jen Long, pemilik S Cell Yogyakarta. Sepasang lainnya persembahan  pemilik perusahaan Kopi Bubuk Jamaica, Yogyakarta. Semuanya dipesan dari pabrik lilin di Semarang, Jawa Tengah.

Selain empat lilin raksasa tersebut juga terdapat lebih dari 50 lilin berukuran satu meter. Lilin-lilin tersebut berpasangan. "Berpasang-pasangan itu adalah simbol manusia. Tangan, telinga, mata, kaki di tubuh kita semuanya sepasang," ujar Margo.

Selain itu, tambah Margo, lilin adalah simbol penerangan. "Menyalakan sepasang lilin, selain untuk penerangan juga untuk kesuksesan. Semakin kita tuang minyak untuk lilin, maka tahun depan jalan kita semakin terang," tegasnya.

Menurut Margo,  tidak ada persiapan khusus untuk ibadat nanti malam. "Sama saja seperti sembahyang biasa, di sini juga tidak terlalu ramai. Penganut Kong Hu Cu di Yogya berkurang karena pindah ke agama lain," ujarnya.

Mengenai Imlek yang bertepatan dengan Tahun Kelinci 2562, ia memiliki tips tersendiri. "Menurut orangtua saya, kelinci itu lambang playboy. Nah, playboy kan sukanya hura-hura. Jangan boros-boros. Orang yang (boros dan) malas diri bisa jatuh," tegas Margo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved