Sekolah Sulap di Yogya Laris
Adi Olzt Perlu Tiga Bulan agar Mahir Sulap Kartu
Adi Olzt, pesulap Yogya, mengakui agar menjadi pesulap handal perlu waktu. Untuk belajar sulap kartu, misalnya, dia butuh tiga bulan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Adi Olzt (23) kini mahir sulap, bahkan menjadi salah satu pesulap yang laris tampil di berbagai acara. Namun, Adi mengakui agar menjadi pesulap handal perlu waktu. Untuk belajar sulap kartu, misalnya, dia butuh tiga bulan.
"Memang harus mau berproses. Saya saja (perlu) tiga bulan untuk belajar teknik kartu," tutur Adi kepada Tribun Jogja, di tempatnya mengajar, sekolah sulap Demian Magic Academy (DMA)l Yogyakarta, Jumat (14/1/2011).
Bagi pesulap yang juga mahasiswa jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, sebagian proses tersebut telah terlampaui. Buktinya? Simak apa yang dipamerkan Adi.
"Coba perhatikan setelah saya membalikan badan, akan ada yang berubah," ujar Adi Olzt.
Benar. Adi yang tadinya berkaos putih dengan tulisan magic, kini berubah mengenakan kaos berwarna hitam bergambar kartu jack.
"Ini salah satu teknik sulap terbaru saya, bisa membuat sebuah benda menghilang dan mengembalikannya lagi," terangnya.
Adi berkisah, awal mula ketertarikannya pada dunia sulap, karena sejak remaja tertarik melihat pertunjukkan sulap salah seorang pesulap senior. Dia kemudian minta diajari, dan lama-lama bisa menguasai.
Dia bertutur, mempelajari sulap sebetulnya mudah. Misalnya, permainan kartu remi yang bisa diselipkan di antara jari-jari. “Kalau sudah tahu step by step maka akan lebih mudah,” tegasnya.
Sebagai mahasiswa Fisika, Adi juga mencoba bereksperimen dengan teori-teori fisika. Dari teori itu dia mencoba merumuskan trik permainan sulap.
Saat ini Adi menciptakan trik sulap teori benda hitam, yakni permainan sulap di mana sebuah benda dari satu kotak bisa berpindah ke kotak lain. "Teknik ini bukan sihir tapi sebenarnya hanya permainan ilusi mata," katanya.
Jam terbang Adi Olzt juga sudah cukup tinggi. Dia sering mengisi berbagai acara di mal-mal Yogyakarta dan Surabaya, Jawa Timur. "Saya mantap sulap akan jadi profesi, dan hidup saya di masa depan," kata pria kelahiran 27 Juli 1988 ini.
Adi, yang berdarah Yogya – Bali, berharap suatu saat bisa mendirikan sekolah di Denpasar Bali, dan mewujudkan cita-citanya sebagai ilusionis terkenal. "Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa tercapai," harapnya.