Yogya Life
Tari Klasik Among Beksa Tutup Pertunjukan 2010 di TBY
Kelono Topeng Gunungsari menceritakan laki-laki sedang jatuh cinta kepada seorang perempuan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelar Seni Pertunjukan Sepanjang 2010 yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), ditutup Tari Klasik Siswa Among Beksa dari Ndalem Kaneman Kadipaten Kidul 44 Yogyakarta, Kamis (30/12/2010)
Pelatih sanggar tari Siswa Among Beksa Ratri Praptini Astuti mengatakan, pementasan ini menampilkan tari Golek Pamularsih, Kelono Topeng Gunungsari, dan Beksan Golek Menak. Untuk mementaskan tari penutup itu, Ratri mengaku tidak ada persiapan khusus, karena setiap Rabu dan Jumat sudah ada latihan rutin di sanggarnya.
Siti Nurjanah (25) satu diantara penari Beksan Golek Menak yang memerankan tokoh Kuroisin saat ditemui menjelang pementasan mengaku tidak grogi menjelang pementasan karena ia menganggap ini sudah biasa. "Saya sering tampil di beberapa pementasan seperti ini, jadi tidak grogi, tapi terkadang juga sedikit grogi saat di atas panggung, ujarnya.
Selain Siti, remaja yang terlibat dalam pentas kali ini, masing-masing Listya Roma Laras (20) penari Golek Pamularsih, Sari Widianingrum (20) penari Beksan Golek Menak dengan tokoh Bonowati, dan Bintoro (30) sebagai Kelono Topeng Gunungsari.
Ketua Yayasan Siswa Among Beksa Pujaningrat (70) menjelaskan, Golek Pamularsih menceritakan seorang remaja putri yang merias diri agar terlihat cantik. Sedangkan Kelono Topeng Gunungsari menceritakan laki-laki sedang jatuh cinta kepada seorang perempuan.
Untuk tari Beksan Golek Menak menceritakan perang antara dewi Bonowati melawan dewi Kuroisin memperebutkan seorang raja bernama Wong Agung Jayengrono. (*)



