Pengungsi Merapi Yogyakarta

Pengungsi Merapi Dapat Jadup 4 Ons Beras Per Hari

“Jatah hidup itu akan diberikan untuk beberapa minggu ke depan,” kata Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Editor: Sulistiono
zoom-inlihat foto Pengungsi Merapi Dapat Jadup 4 Ons Beras Per Hari
FOTO TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Seorang pengungsi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY tampak kecapekan.
Laporan: Galih Priatmojo

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Pengungsi Merapi memeroleh jatah hidup (Jadup) 4 ons beras  setiap harinya.

“Jatah hidup itu akan diberikan untuk beberapa minggu ke depan,” kata Bupati Sleman, Sri Purnomo saat ditemui Tribun Jogja, Sabtu (18/12/2010).
lanjutnya.

Ia mengatakan kalau jadup itu bersifat sementara. Ke depannya, para pengungsi akan diberdayakan melalui pendampingan. "Mereka akan diberi pendampingan agar bisa bekerja. Kami akan bersinergi dengan dinas sosial dan tenaga kerja untuk melatih mereka agar mandiri,"jelasnya.

Saat ini yang sudah berjalan adalah pendampingan dari kelompok UMKM Peduli Merapi dan perkumpulan ibu-ibu PKK Sleman.  Para pengungsi diberikan pelatihan sablon, menjahit dan beternak ikan lele.

Orang nomor satu di kabupaten Sleman itu mengatakan kalau saat ini sebagian pengungsi sudah ada yang mulai bekerja. “Kami akan terus melakukan pendampingan. Intinya kami tidak ingin para pengungsi menganggur dan mengandalkan jadup. Mereka harus bisa mengangkat ekonomi mereka sendiri," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved