Sleman
Dampak Tiket Pesawat Mahal, Wisatawan Asal Luar Jawa ke Sleman Turun
Mahalnya tiket pesawat disertai dengan pembatasan berat bagasi oleh salah satu maskapai nasional ternyata cukup berpengaruh terhadap tingkat kunjungan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mahalnya tiket pesawat disertai dengan pembatasan berat bagasi oleh salah satu maskapai nasional ternyata cukup berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisata di Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan bahwa pengaruhnya terutama terlihat pada wisatawan domestik asal luar Pulau Jawa.
"Kalau wisatawan dari Pulau Jawa kan ada alternatif melalui darat, sedangkan kalau dari luar pilihan tercepatnya melalui udara," jelas Ningsih saat dihubungi pada Rabu (24/07/2019) sore.
• Momen Libur Lebaran, Dinas Pariwisata Sleman Siapkan 5 Kawasan Destinasi Kuliner
Akibat harga tiket pesawat yang melambung, Ningsih mengatakan jumlah wisatawan asal luar Pulau Jawa mengalami penurunan.
Kondisi tersebut bisa dilihat dari okupansi hotel yang menurun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, Ningsih mengaku banyak menerima keluhan dari para pengusaha UMKM dan pengusaha oleh-oleh.
Sebab kuantitas barang yang dibeli oleh wisatawan juga mengalami penurunan.
• Dinas Pariwisata Sleman Resmi Umumkan Calendar of Event 2019
"Ini terjadi akibat kebijakan bagasi berbayar oleh salah satu maskapai. Wisatawan memilih untuk mengurangi belanjanya," kata Ningsih.
Sebagai catatan, pada libur Lebaran lalu kunjungan wisata di Sleman mencapai 481,959 pengunjung.
Meski kunjungan wisatawan asal luar Jawa turun, data Dispar Sleman justru menunjukkan aktivitas wisata mencapai 4,566,665 kunjungan per Juni 2019. Angka tersebut meningkat 8,89 persen dibandingkan Juni 2018.
"Kunjungan didominasi dari wisatawan Nusantara (wisnus) sebanyak 4,463,915 kunjungan," kata Ningsih
(TRIBUNJOGJA.COM)