Pemilu 2019

Evaluasi Bawaslu Kota Yogya, 4 PSU akan Digelar 27 April

Di Kota Yogyakarta terdapat empat lokasi yang harus menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang.

Evaluasi Bawaslu Kota Yogya, 4 PSU akan Digelar 27 April
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 2019 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemilu 2019 yang menggabungkan lima pemilihan sekaligus, memiliki sisi positif dan negatif.

Selanjutnya, pada Pemilu 2024 rencananya pemilihan serentak akan ditambah dua jenis pemilihan yakni kepala daerah provinsi dan kepala daerah kabupaten/kota sehingga total jenis surat suara adalah tujuh surat suara.

Melihat kondisi yang ada saat ini, Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Tri Agus Inharto menjelaskan bahwa Pemilu 2019 ini menjadi pemilu yang paling rumit sedunia.

Urutan Make Up yang Benar Bagi Pemula

Pelaksanaannya membutuhkan persiapan sejak jauh-jauh hari.

Tidak hanya mengandalkan modal pengetahuan, namun juga kondisi fisik juga menjadi catatan penting ketika regulasinya seperti yang sudah ada saat ini.

"Regulasi ini yang menentukan pusat. kita (di daerah,red) manut saja. Misal ada PSU (Pemungutan Suara Ulang), itu membebani, tapi itu regulasi kita. Undang-Undang yang harus diterapkan. Bawaslu ya harus patuh," ucapnya kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).

Terkait PSU, Agus menjelaskan bahwa di Kota Yogyakarta terdapat empat lokasi yang harus menyelenggarakan PSU.

Keempatnya harus menggelar PSU dikarenakan persoalan yang sama, yakni warga luar kota yang mencoblos di TPS hanya dengan menggunakan e-KTP dan tanpa adanya form A5.

"Empat lokasi ini tersebar. Ada di Prenggan Kotagede, 2 titik di Jetis, dan Gunungketur Pakualaman. Paling banyak ada di Prenggan, totalnya ada 22 orang yang menggunakan hak pilihnya di sana padahal yang bersangkutan berasal dari luar kota dan tanpa A5," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved