Yogyakarta

Harga Bawang Putih di Yogyakarta Capai Rp 46-47 Ribu

Yang mana harga tersebut melampaui harga yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan sebelumnya, yakni Rp 32 ribu.

Harga Bawang Putih di Yogyakarta Capai Rp 46-47 Ribu
cookinglight.com
ilustrasi bawang putih 

TRIBUNJOGJA.COM - Saat ini, harga bawang putih di DIY masih terbilang tinggi, menyentuh angka Rp 46-47 ribu.

Yang mana harga tersebut melampaui harga yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan sebelumnya, yakni Rp 32 ribu.

Yanto Apriyanto, Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdangangan DIY menyebutkan hampir di seluruh wilayah yang ada di Yogyakarta, harga bawang putih jenis kating mencapai Rp 46-47 ribu.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Bahkan ada yang sampai Rp 48 ribu.

"Bawang putih masih tinggi harganya, kalau untuk harga bawang putih jenis kating di angka Rp 46-47 ribu. Kalau untuk yang jenis sin chung masih di bawahnya. Kalau menurut harga yang telah ditetapkan oleh kementerian berkisar Rp 32 ribu. Inikan cukup tinggi kenaikannya," terangnya pada Tribunjogja.com.

Dia mengungkapkan jika harga bawang putih yang cukup tinggi tersebut, satu di antaranya disebabkan oleh permintaan yang banyak.

Padahal, untuk stok yang ada di pasar masih ada dan mencukupi.

"Untuk stok di pasar ada. Di Yogyakarta merata, hampir semua kabupaten/kota tinggi, di Jawa tengah juga tinggi. Kenapa tinggi, karena permintaan cukup banyak. Menjelang puasa banyak kegiatan hajatan," terangnya.

Dia menerangkan jika di Indonesia sendiri menurut pusat stok di 2018 masih memadai dan cukup, yang mana di tahun 2018 Indonesia melakukan impor bawah putih mencapai 1,5 juta ton, dibandingkan dengan kebutuhan yang hanya sekitar 500 ribu ton.

Baca: Harga Bawang Putih di Pasar Bantul Melonjak

"Stok 2018 masih memadai, masih cukup karena kebutuhan kita sekitar 500 ribu ton. Sedangkan di tahun 2018 impor bawang putih mencapai 1,5 juta ton. Jadi sebenarnya masih cukup aman, masih 1/3 nya," terangnya.

Kendati harga yang dirasa cukup tinggi, Disperindag DIY masih melakukan koordinasi dan belum akan melakukan operasi pasar.

Namun, ketika harga semakin memperihatinkan maupun ketika dikoordinasikan dirasa perlu dilakukan operasi pasar, maka secepatnya pihaknya akan melakukan operasi pasar.

"Operasi pasar kita koordinasikan dulu, belum bisa menentukan. Yang jelas kita usahakan jangan sampai melebihi kemampuan daya beli masyarakat. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kementerian perdagangan, kondisi di lapangan memang harga cukup tinggi, selain itu, kita juga sudah koordinasi dengan Bulog. Mungkin nanti dari Kementerian Perdagangan ada solusi untuk ke daerah, bisa berupa operasi pasar langsung ke pedagang maupun konsumen," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved