Yogyakarta

KPU DIY Sosialisasikan Regulasi Iklan Kampanye Media Massa dan Kampanye Rapat Umum

Lanjut dia, ada perbedaan dalam pelaksanaan kampanye iklan di media massa pada Pemilu 2019 dengan Pemilu 2014.

KPU DIY Sosialisasikan Regulasi Iklan Kampanye Media Massa dan Kampanye Rapat Umum
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
KPU DIY menggelar Rapat Koordinasi Kampanye Rapat Umum dan Sosialiasi Regulasi Iklan Kampanye di Balai Timoho pada Selasa (19/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tahapan kampanye rapat umum maupun iklan kampanye di media massa akan berlangsung mulai 24 Maret hingga 13 April mendatang.

Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU DIY, Ahmad Shidqi menuturkan, kampanye rapat umum maupun iklan kampanye di media massa akan berlangsung selama 21 hari.

"Kampanye rapat umum ini dibatasi selama 21 hari. Kita akan menyusun jadwal (kampanye rapat umum). Sebelum menyusun jadwal, ada kewajiban untuk berkoordinasi dengan peserta pemilu," kata dia.

Untuk itu, dalam rangka berkoordinasi dengan peserta Pemilu, KPU DIY menggelar Rapat Koordinasi Kampanye Rapat Umum dan Sosialiasi Regulasi Iklan Kampanye di Balai Timoho pada Selasa (19/3/2019).

Baca: Dinkes DIY Gelar Sosialisasi Germas di Panjangrejo, Ajak Warga Tanam Sayur dan Buah di Pekarangan

Kegiatan ini mengundang peserta pemilu baik partai politik (parpol), tim pasangan calon (paslon) capres-cawapres, DPD dan media massa.

Lanjut Shidqi, jadwal kampanye rapat umum mengikuti jadwal kampanye di tingkat pusat yang telah dibagi menjadi Zona A dan Zona B. Yogyakarta, kata Shidqi masuk ke dalam Zona B.

"Jadwal kampanye rapat umum parpol mengikuti jadwal kampanye paslon. Besok lusa, Kamis (21/3/2019) sudah keluar SK jadwal kampanye rapat umum. Kalau untuk DPD, jadwalnya tidak ditentukan berdasarkan zona," ujarnya.

Sedangkan untuk iklan kampanye di media massa, kata Shidqi, metodenya sama seperti tahapan kampanye lainnya, yakni dengan menyampaikan visi, misi dan program lewat media massa.

Baca: Polres Sleman Akan Pertebal Keamanan Saat Kampanye Terbuka

"Jadi materinya sama, yang membedakan lewat media, kalau kemarin pakai Alat Peraga Kampanye (APK) spanduk baliho, sekarang lewat media massa," ujar Shidqi.

Shidqi menambahkan, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan oleh media massa dalam menanyangkan iklan kampanye, diantaranya terkait ukuran dan waktu penayangannya.

Lanjut dia, ada perbedaan dalam pelaksanaan kampanye iklan di media massa pada Pemilu 2019 dengan Pemilu 2014.

"Iklan pada Pemilu 2014 itu tidak ada fasilitasi iklan, semua itu bebas peserta pemilu yang iklan, sekarang dibatasi selama 21 hari dan ada yang difasilitasi dan ada yang dilakukan secara mandiri. Nah ini ada perbedaan dari pelaksanaan tahun 2014," jelasnya.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat menyamakan persepsi mengenai iklan kampanye dengan pelaku media media dan terkait kampanye rapat umum dengan peserta pemilu maupun stakeholder.

"Sehingga pelaksanaan kampanye rapat umum di Yogyakarta ini betul-betul tertib, peserta pemilu juga tertib," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved