Kota Magelang

Pemkot Magelang Kembangkan Destinasi Baru, Pasar Seni Magelang

Pemerintah Kota Magelang membangun destinasi baru berupa pasar seni di Kota Magelang.

Pemkot Magelang Kembangkan Destinasi Baru, Pasar Seni Magelang
Tribun Jogja/ Rendika Ferri
Para siswa SD Marsudirini Muntilan serius mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan di Pasar Seni Magelang, Jumat (22/2/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota Magelang membangun destinasi baru berupa pasar seni di Kota Magelang.

Pasar tersebut diberi nama Pasar Seni Magelang (PSM).

Pasar tersebut akan mewadahi produk kesenian dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain tempat belanja, masyarakat juga dapat belajar membuat berbagai produk kesenian di pasar ini.

Seperti yang dilakukan oleh para siswa Sekolah Dasar (SD) Marsudirini, Muntilan, Magelang, Jumat (22/2/2019). Puluhan anak berusia belia dengan antusias belajar membuat batik.

Para pembatik dengan sabar mengajari mereka, dari mulai menggambar motif dan membatik di atas kain yang telah disediakan.

Baca: Festival Salak Angkat Level Salak Sleman Menjadi Buah Papan Atas

Baca: Berburu Batagor Enak di Yogyakarta, Jangan Lupa Mampir di 5 Warung Ini

"Pasar Seni Magelang ini bukan hanya menjual produk UMKM asli Kota Magelang, tetapi juga memberikan edukasi untuk masyarakat. Masyarakat boleh mengikuti pelatihan-pelatihan disini, kita terbuka," ujar Sri Mastuti, Koordinator Seni dan Budaya PSM, di sela kegiatan pelatihan batik yang diikuti para siswa dari SD Marsudirini Muntilan, Jumat (22/2/2019).

Meski baru akan diluncurkan pada tanggal 5 Maret 2019 mendatang, Pasar Seni Magelang sudah dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat, terutama mereka para siswa-siswi sekolah. Seperti kunjungan siswa SMA Insan Cendekia Madani (ICM) Kota Tangerang Selatan hingga pelatihan membatik yang diikuti siswa SD Marsudirini Muntilan.

"Kita akan menjadikan pelatihan semacam ini sebagai program rutin PSM. Saat ini, kita juga sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar jika ada pelatihan bisa dipusatkan disini," kata Sri.(tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved