Bantul

Diskominfo Bantul Dorong Pemerintah Desa Optimalkan Sistem Informasi Desa

Diskominfo Bantul Dorong Pemerintah Desa, Optimalkan Sistem Informasi Desa

Diskominfo Bantul Dorong Pemerintah Desa Optimalkan Sistem Informasi Desa
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kepala Diskominfo Bantul Ir Fenty Yusdayati MT 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus meningkatkan sumber daya dan potensi di tingkat Desa. Salah satu caranya dengan mengoptimalkan sistem informasi Desa (SID).

Kepala Diskominfo Bantul Ir Fenty Yusdayati MT mengatakan sejauh ini sistem informasi desa (SID) masih belum berjalan maksimal. Dari 75 Desa di Kabupaten Bantul, baru ada 11 desa menurut dia yang sudah mapan menerapkan SID.

"Desa yang lain masih belum jalan. Baru sekadar kenal saja," kata Fenty, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/2/2019).

Baca: UPT Malioboro Pikirkan Manajemen Sampah di Area Pedestrian

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Adanya Potensi Hujan Lebat Disertai Petir yang Bakal Selimuti DIY

Fenty menjelaskan desa sebenarnya sudah mendapatkan pelatihan. Mulai dari tata cara pengolahan data, dan agen yang bertugas mengelola IT. Namun demikian, sejauh ini masih belum optimal.

Ia berharap kedepan semua desa bisa menerapkan sistem informasi desa dengan belajar ke sejumlah desa yang sudah mapan pengoperasiannya seperti Desa Panggungharjo ataupun beberapa desa di kecamatan Dlingo.

"Kalau perlu nanti ada testimoni dari desa yang sudah berhasil ini. Supaya desa yang lain bisa mengikuti," tutur dia.

Sistem informasi desa dinilai sangat bermanfaat bagi desa. Antara lain pemerintahan di tingkat desa bisa berjalan lebih transparan, efektif dan efisien.

Layanan bisa semakin baik. Karena Pemerintah desa berjalan akuntabel dan warga bisa mendapatkan akses informasi lebih mudah.

Baca: Wabup Ingin Sleman Raih Penghargaan Utama Layak Anak di 2019

Baca: Forpi Pantau Sampah dan Fasum di Malioboro

Selain optimalkan sistem informasi desa, mantan Kepala Bappeda ini juga mengaku berencana untuk mengembangkan smart village berbasis teknologi. Langkah ini menurutnya bisa sangat bermanfaat. Salah satu poin yang akan dicapai adalah bisa mendeteksi kebersihan melalui IT.

"Nantinya kita mungkin bisa memasang CCTV di sejumlah tempat. Kita bisa pantau kebersihan. Tapi saya akan turun ke bawah dulu. Ini masih akan saya verifikasi," ujar dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved