Berita PSS Sleman

Mantan Manajer PSS Sleman Penuhi Panggilan Satgas Antimafia Bola

Manajer PSS Sleman musim lalu, Sismantoro, memenuhi panggilan yang dilayangkan Satgas Antimafia Bola di Mabes Polri.

Mantan Manajer PSS Sleman Penuhi Panggilan Satgas Antimafia Bola
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Manajer PSS Sleman Sismantoro 

TRIBUNJOGJA.COM - Manajer PSS Sleman musim lalu, Sismantoro, memenuhi panggilan yang dilayangkan Satgas Antimafia Bola di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/02/2019).

Selain memanggil Sismantoro sebagai saksi terkait kasus dugaan pengaturan skor pertandingan Madura FC kontra PSS Sleman, Satgas Antimafia bola juga memanggil pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro serta mantan anggota Exco PSSI, Hidayat.

Ini merupakan pemanggilan perdana Satgas Antimafia bola pada eks manajer PSS Sleman tersebut. Sebelumnya, Sismantoro juga dimintai keterangan terkait kasus yang sama oleh Komdis PSSI di Jakarta, 10 Januari 2019 silam.

Sismantoro dimintai keterangan oleh pihak penyidik secara terpisah dengan pelatih Seto Nurdiantoro. Dalam kesempatan tersebut, ia pun dipertemukan secara langsung dengan Hidayat terkait dugaan pengaturan skor di laga Madura FC kontra PSS di kompetisi Liga 2 2018 lalu.

Baca: Ketika Sekjen PSSI Ratu Tisha Bicara Asa, Isu Boneka, dan Pengaturan Skor

Baca: Waspadai Kejutan PSS Sleman, Borneo FC Berambisi Cetak Banyak Gol di Kandang

"Masih seputar pertandingan lawan Madura FC, ya kaitannya juga dengan Hidayat. Saya juga sudah dipertemukan dengan Hidayat, ya dia ditanya bilang tidak kenal saya. Dia ditanya, apakah kenal manajer PSS tidak? ya dia bilang tidak kenal," kata Sismantoro kepada Tribunogja.com, Kamis (14/2/2019).

Ya, dua pertandingan antara PSS kontra Madura FC, yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, di fase penyisihan dan babak 8 besar, memang menjadi sorotan. Tidak bisa dipungkiri, dari dua laga tersebut, dugaan adanya match fixing pun muncul.

Sebelumnya, Manajer Madura FC, Januar Herwanto mengaku didesak oleh Hidayat, yang kala itu masih menjabat Anggota Executive Committee (Exco) PSSI, agar mengalah pada PSS di fase penyisihan, serta dijanjikan kemenangan di laga kandang.

Sedangkan di babak 8 besar, kontroversi muncul saat gol tunggal PSS tercipta lewat proses janggal. Benar saja, sebelum melepas crossing, pemain PSS berada dalam posisi offside. Kemudian, umpan silang disundul pemain Madura FC, ke gawangnya sendiri.

Baca: Waspadai Kejutan PSS Sleman, Borneo FC Berambisi Cetak Banyak Gol di Kandang

Disinggung apakah Satgas Antimafia Bola turut menanyakan soal peran Danilo Fernando di tim PSS Sleman musim lalu, Sismantoro tak menjelaskan secara gamblang.

Sebagaimana diketahui, mantan pemain Persik Kediri itu merupakan menantu dari Vigit Waluyo, tersangka pada kasus dugaan pengaturan skor di kompetisi sepak bola nasional.

"Itu kan ranahnya PT (PSS), karena kontrak pelatih dan pemain itu kan bukan saya. Selama ini kan PT yang mengurus tanda tangan kontrak," kata Sismantoro.

Menurut Sismantoro, dirinya masih akan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai manajer PSS Sleman pada Satgas Antimafia Bola.

"Saya tinggal menyerahkan SK pengangkatan sebagai manajer saja. Penyidik juga tahu kalau saya menggantikan Pak Baryadi (manajer PSS Sleman sebelumnya)," kata Lurah Candibinangun tersebut. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved