Travel

Borobudur dan Prambanan Jadi Salah Satu Prioritas Masterplan Wisata Berkelanjutan

Borobudur dan Prambanan Jadi Salah Satu Prioritas Masterplan Wisata Berkelanjutan Pemerintah Pusat

Borobudur dan Prambanan Jadi Salah Satu Prioritas Masterplan Wisata Berkelanjutan
Istimewa
Mahasiswa Geofisika UGM meneliti kerentanan Candi Borobudur terhadap gempa. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM - Borobudur dan Prambanan menjadi satu di antara 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas untuk masterplan integrated tourism (pariwisata berkelanjutan).

Masterplan ini berlaku untuk 25 tahun ke depan dan ditujukan untuk pengembangan wisata.

“Kami bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X membahas integrated tourism masterplan. Jadi pemerintah ingin mempercepat daerah wisata prioritas di antara 10 destinasi salah satunya, Borobudur dan Prambanan,” urai Teguh Sambodo, Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bappenas usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (7/2/2019).

Hal yang diharapkan dari masterplan ini, urainya adalah destinasi yang siap menerima kunjungan wisatawan yang semakin meningkat.

Baca: Rekomendasi 3 Warung Tongseng Ayam Enak di Bantul

Baca: Pemkot Yogyakarta Gandeng 130 Travel Agent Promosikan Wisata Yogyakarta

Integrated tourism masterplan ini juga ditujukan untuk membantu berbagai masterplan yang telah disusun oleh sektor pusat dan daerah.

“Supaya disatukan dan punya visi yang sama untuk pengembangannya,” jelasnya.

Selain punya visi yang sama untuk pengembangannya,  pihaknya juga bisa mengatur apa kebutuhan di pengembangan wisata berkelanjutan. Dan, karena hasilnya masterplan untuk 25 tahun ke depan, maka diharapkan bisa menjadi rujukan semua pemangku kepentingan pengembangan destinasi.

“Jadi, kami bertemu dengan Sultan karena ada arahan visi pengembangan kawasan Borobudur dan Prambanan. Hal ini juga menjadi awal Joglosemar serta cakupannya,” urainya.

Dia juga menyebutkan, arahan Sultan HB X yang paling baik adalah soal pengembangan destinasi ini memberikan manfaat untuk DIY-Jateng. Diharapkan, ujarnya, lokasi yang dikembangkan membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Pengembangan infrastruktur efisien-efektif pergerakan wisatawan memberi manfaat bagi kedua provinsi,” jelasnya. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved