Bisnis

Dijual Lewat KAI Access, E-Tiket KA Prameks Banyak Diburu

Rupanya, langkah tersebut disambut positif oleh konsumen setia kereta api yang menghubungkan antara Solo, Yogyakarta hingga Kutoarjo tersebut.

Dijual Lewat KAI Access, E-Tiket KA Prameks Banyak Diburu
Tribun Jogja/Rento Ari Nugroho
Ilustrasi: Beberapa penumpang KA Prameks masuk KA rangkaian KA yang terparkir di stasiun besar Kutoarjo, Selasa (4/3/2014). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak 1 Februari 2019 lalu, PT KAI selaku operator KA Lokal Prameks memberlakukan pembelian tiket secara online melalui aplikasi KAI Access.

Rupanya, langkah tersebut disambut positif oleh konsumen setia kereta api yang menghubungkan antara Solo, Yogyakarta hingga Kutoarjo tersebut.

Eko Budiyanto, Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengatakan selama enam hari diberlakukannya e-tiket melalui KAI Accees ini, hampir 30 persennya memesan menggunakan aplikasi tersebut.

"Rata-rata per hari penumpang mencapai 10.794 dari angka itu sebanyak 25-30 persennya dipesan lewat aplikasi," kata Eko saat dihubungi TribunJogja.com, Rabu (6/2/2019).

Baca: Gandeng PT. KAI, Tiket Prameks Kini Bisa Dibeli Lewat Tcash

Praktis hampir sebanyak 2.500-3.000 lebih penumpang KA Prameks memesan lewat aplikasi tersebut.

Eko membeberkan, ada sekira 21 trip perjalanan Prameks yang dapat dipilih oleh pelanggan setia KA Lokal tersebut.

Dari sejumlah perjalanan tersebut kapasitas KA Prameks bervariasi mulai dari 384, 450 hingga mampu memuat 800 penumpang sekaligus.

Dari kota yang dilewati oleh KA Prameks jurusan Solo-Yogyakarta maupun sebaliknya masih menjadi jurusan dengan permintaan terbanyak dan favorit.

Kendati cukup banyak permintaan melalui aplikasi, pihaknya masih akan tetap membuka pemesanan tiket melalui loket atau manual.

Baca: Penumpang KA Prameks Tiap Tahun Meningkat Hampir 8 Persen

Kata Eko, hal tersebut mengantisipasi bagi penumpang yang belum mengetahui perihal penjualan daring serta konsumen yang belum terbiasa membeli tiket menggunakan smartphone.

"Niat KAI adalah mempermudah pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa KA supaya banyak pilihan untuk mendapatkan tiket. Asasnya adalah keadilan. Kita juga menghargai saudara kita yang mungkin tidak terbiasa memesan menggunakan HP makanya di stasiun masih tetap melayani penjualan tiket (loket/manual)," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved