Gunungkidul

Beginilah Perubahan Skema Pemberian PKH Tahun Ini

Apabila dalam sebuah keluarga terdapat ibu hamil, penyandang disabilitas dan lansia, maka ketiga orang inilah yang mendapat PKH.

Beginilah Perubahan Skema Pemberian PKH Tahun Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pada tahun 2019 ini penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun ini terjadi perubahan dalam skemanya yang awalnya skema flat dimana setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima besar bantuan yang sama menjadi non flat yaitu sesuai jumlah kondisi tanggungan keluarga.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Gunungkidul, Eka Sri Wardani, Jumat (1/2/2019).

"Berdasarkan tahun kepesertaan PKH terbagi menjadi dua jenis yakni PKH Reguler dan PKH Perluasan. Sedangkan berdasarkan komponen anggota keluarga yang menjadi tanggungan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dalam PKH dibedakan atas tiga jenis komponen," ucapnya.

Baca: Singkirkan Pejabat, Jokowi Pilih Ngobrol dengan Penerima PKH

Ia melanjutkan Komponen Kesehatan meliputi ibu hamil dan balita, Komponen Pendidikan yang terdiri atas anak SD, SMP, dan SMA atau sederajat, serta Komponen Kesejahteraan Sosial mencakup Lanjut Usia dan Disabilitas.

"Pemberian PKH maksimal diberikan kepada maksimal empat anggota keluarga," imbuhnya.

Selanjutnya ia mencontohkan, apabila dalam sebuah keluarga terdapat ibu hamil, penyandang disabilitas dan lansia, maka ketiga orang inilah yang mendapat PKH.

Pemberian PKH tidak diberikan secara tunai, melainkan bertahap.

"Pemberian PKH mulai tahun 2017 sudah beralih ke non tunai. Dulunya warga penerima PKH harus datang ke kantor pos untuk mendapatkan uang PKH. Setiap penyaluran bantuan PKH langsung masuk ke rekening para peserta PKH," ujarnya.

Baca: Akan Terapkan Sistem Non Flat, Mensos Proyeksikan Dana PKH Meningkat Jadi Rp 32 Triliun pada 2019

Eka mengatakan untuk saat ini bantuan PKH disalurkan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara).

Di Gunungkidul, bank yang ditunjuk untuk menyalurkan PKH adalah Bank Mandiri.

Terpisah, Ketua Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul, Herry Kriswanto mengatakan dirinya menyoroti terkait dengan sosialisasi yang diberikan dinas kepada masyarakat.

"Keluhan kepada kami memang belum ada yang masuk, tetapi dengan dicairkan melalui kantor pos harus lewat bank dan bertahap. Kalau bisa dibuat sesederhana mungkin jangan mempersulit warga," ucapnya.

Herry menegaskan jangan sampai bantuan tersebut salah alamat, ia mengimbau kepada pendamping untuk memantau dan jika ditemukan ada yang tidak sesuai dengan kriteria harus segera dilaporkan.

"Kalau ada yang mampu dan mendapatkannya harus segera ditindak lanjuti," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved