Pembanguna Underpas Kentungan

Faktor Inilah yang Membuat Pelaksanaan Proyek Underpass Kentungan Ditunda

Faktor Inilah yang Membuat Pelaksanaan Proyek Underpass Kentungan Ditunda Hingga Rabu (16/1/2019).

Faktor Inilah yang Membuat Pelaksanaan Proyek Underpass Kentungan Ditunda
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
PERSIAPAN PENGALIHAN JALUR. Wakil Direktur Ditlantas Polda DIY, AKBP P Yudonarko menunjukkan peta persiapan rekayasa lalu lintas untuk pengerjaan underpass perempatan Kentungan di Ditlantas Polda DI yigyakarta, Jumat (4/1/2019) Pihak kepolisian beserta DInas Perhubungan menyiapkan sejumlah rencana pengalihan arus dan rekayasa lalu lintas selama pengerjaan proyek yang akan dimulai pada 12 Januari sampai 31 Desember 2019 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY  mengatakan ada sejumlah persoalan teknis yang perlu ditambahkan dalam pelaksanaan proyek underpass Kentungan.

Di antaranya adalah masih minimnya informasi atau rambu-rambu yang terlalu kecil untuk pengalihan arus lalu lintas tersebut sehingga ada penundaan dari Senin (14/1/2019) menjadi Rabu (16/1/2019).

Kepala Seksi Manajemen Lalu lintas Dishub DIY,  Bagas Senoadjie menjelaskan, pihaknya telah memberikan masukan pada Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) terkait hal itu.

Dalam pengamatannya ada beberapa rambu yang ukurannya tidak proporsional sehingga menyulitkan pengendara untuk membacanya.

Baca: Sempat mundur, Pengerjaan Underpass Kentungan Akan Dimulai Besok

Baca: Pengalihan Arus Proyek Underpass Kentungan Dimulai Hari Ini, Berikut Jalur yang Bisa Dilalui

“Hal ini ditemukan di Maguwo ada rambu-rambu informasi pengalihan tetapi ukurannya tidak besar sehingga menyulitkan untuk pembaca. Hal ini menjadi pengalihan itu tidak terinformasikan,” urainya, Selasa (15/1/2019).

Bagas menambahkan, seharusnya ukuran rambu-rambu itu disesuaikan dengan kecepatan.

Misalnya, di jalan tol dengan kecepatan minimal 60 kilometer per jam rambu-rambu dibuat besar. Sementara untuk jalan kampung, biasanya rambu-rambu atau petunjuk dibuat lebih kecil.

“Kami sudah informasikan ke PJN dan kami minta diganti dengan rambu-rambu yang bisa dilihat masyarakat. Jadi, menyesuaikan dengan kecepatan dan desain jalan,” urainya. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved