Kota Yogya

Hampir Seluruh Warga Kota Sudah Rekam KTP-el

Adapun prosentase mereka yang belum melakukan perekaman tidak sampai 1 persen, atau persisnya 0,68 persen.

Hampir Seluruh Warga Kota Sudah Rekam KTP-el
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta, Sisruwadi menjelaskan bahwa hampir seluruh warga Kota Yogyakarta yang tercatat sebagai wajib KTP sudah melakukan perekaman.

Adapun prosentase mereka yang belum melakukan perekaman tidak sampai 1 persen, atau persisnya 0,68 persen.

"Perekaman di tahun 2018 sudah meningkat dengan baik. Jadi wajib KTP di kota ada 310.699 orang. Total yang sudah merekam ada 308.569 orang atau 99,31 persen. Sementara yang belum rekam 2.130 atau 0,68 persen," bebernya, belum lama ini pada Tribunjogja.com.

Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial

Mereka yang belum melakukan perekaman, dijelaskan Sisruwadi dikarenakan berada pada kondisi tertentu.

Mulai dari mereka yang pekerjaannya berada di luar kota dan tidak sempat pulang, hingga yang secara administrasi tercatat tinggal di kota namun realitanya berdomisili di luar kota.

"Kalau yang nggak sempet pulang, bisa numpang rekam di daerah lain. Selain tiu juga bisa sekalian cetak KTP-el. Sama halnya warga luar kota yang kesehariannya bekerja di kota tapi asalnya dari luar kota, bisa rekam di sini langsung ke dinas," bebernya.

Baca: Tindaklanjuti Surat dari Kemendagri, Disdukcapil Gunungkidul Gelar Perekaman KTP Elektronik Terpusat

Sisruwadi menambahkan, pihaknya pada Januari ini juga masih akan menyisir SMA/SMK di kota Yogyakarta untuk mendata mereka yang baru tercatat sebagai wajib KTP agar bisa melakukan perekaman.

"Menjelang Januari ini kita sisir terus termasuk di sekolah, tinggal dua sekokah yang belum kita lakukan jemput bola, SMA/SMK swasta," ujarnya.

Tak hanya menyasar pelajar, ia juga akan melakukan jemput bola bagi lansia yang belum melakukan perekaman dan terkendala biaya maupun transportasi untuk bisa datang ke kantor kecamatan guna melakukan perekaman.

"Lansia yang tidak bisa jalan, tolong dikonfirmasi ke dinas. Nanti pihak kita akan ke sana. Kemarin kita sudah banyak mendatangi rumah warga lansia untuk jemput bola," bebernya.(*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved