Kulon Progo

Kulon Progo Tekan Angka Pengangguran

Pesatnya program pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan sektor pariwisata disebut sebagai alasan utamanya.

Kulon Progo Tekan Angka Pengangguran
net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengklaim angka pengangguran di wilayahnya menurun drastis dalam empat tahun terakhir.

Pesatnya program pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan sektor pariwisata disebut sebagai alasan utamanya.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo mencatat pada 2015 lalu angka pengangguran mencapai 8.000 orang dengan tigkat pengangguran terbuka 3,7 persen.

Jumlah tersebut berangsur menurun jadi 3.778 orang hingga Agustus 2018 kemarin dengan tingkat pengangguran terbuka 1,49 persen.

Artinya, ada penurunan sekitar 42 persen atau hampir separuhnya.

Baca: Penjelasan Singkat Kenapa Bandara Kulon Progo Diberi Nama NYIA

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan ini seperti pesatnya pembangunan dan perkembangan pariwisata. UMKM juga semakin menjamur dan banyak pelatihan kerja sehingga warga lebih berkompetensi," kata Kepala Disnakertrans Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana, Rabu (9/1/2019).

Dengan angka yang ada saat ini, terdapat tiga orang pengangguran pada setiap 200 orang warga Kulon Progo.

Adapun jumlah angkatan kerja sebanyak 277.000 orang dan setiap tahun rata-rata terdapat 3.000 pencari kerja yang mengajukan surat AK1 (kartu pencari kerja/kartu kuning).

Eko menyebut, jumlah pencari kerja pada 2018 lalu sebanyak 3.891 orang dengan 3.205 orang di antaranya telah menjalani penempatan kerja lokal, daerah, maupun antar daerah.

Pihaknya terus mengupayakan langkah supaya angka pengangguran menurun lebih signifikan.

Baca: Eko Suwanto: Penting Penciptaan Lapangan Kerja untuk Atasi Pengangguran & Kemiskinan di DIY

Di antaranya dengan pemberian pelatihan kerja dan penambahan program padat karya yang tahun ini sebanyak 23 program, jauh lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 17 program.

"Kami hanya sebatas memberi informasi dan melayani pencari kerja sehingga semua langkah membutuhkan sinergi dari seluruh instansi sektoral," kata Eko.

Kabid Tenaga Kerja, Disnakertrans Kulon Progo, Susilo mengatakan pihaknya memiliki aplikasi lowongan kerja, termasuk SMS gateway yang menjangkau wilayah pedesaan sehingga para pencari kerja lebih mudah mendapatkan infornasi sesuai kompetensinya.

Hal ini sedikit banyak turut membantu menurunkan tingkat pengangguran.

Ke depannya, dua fasilitas itu akan dipindahkan ke Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengoptimalkan penggunaannya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved