Soccer Style
Kaleidoskop 2018: Penantian Panjang PSS Sleman Kembali ke Kasta Tertinggi
Tahun 2018 menjadi akhir penantian panjang tim PSS Sleman sekira 11 tahun lamanya berkiprah di kompetisi kasta kedua.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM - Tahun 2018 menjadi akhir penantian panjang tim PSS Sleman sekira 11 tahun lamanya berkiprah di kompetisi kasta kedua.
Sang Super Elang Jawa musim depan bakal menjejakkan kakinya di pentas tertinggi sepakbola tanah air.
Perjuangan PSS Sleman di Liga 2 2018 menemui klimaksnya, dengan torehan gelar juara, usai menyudahi perlawanan Semen Padang dua gol tanpa balas, dalam partai puncak yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (4/12/2018).
Adalah Cristian Gonzales dan Rifal Lastori yang muncul sebagai pahlawan, berkat torehan gol masing-masing pada menit 15 dan 26.
Baca: Bek Tangguh Ini Prioritaskan PSS Sleman Musim Depan
Selain menggondol tiket promosi ke Liga 1 musim depan, trofi supremasi klub terbaik di Liga 2 2018 pun berhasil dibawa pulang ke tanah Sleman.
Capaian semakin lengkap dengan ditasbihkannya gelandang Ichsan Pratama, sebagai pemain terbaik.
Namun sukses PSS Sleman merengkuh gelar juara Liga 2 2018 tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Berkaca ke belakang, tim yang kala itu diracik pelatih senior, Herry Kiswanto, mendapat modal berharga di awal musim usai meraih gelar juara Coppa Sleman yang turut diikuti beberapa tim dari negara tetangga.
Baca: Siapa Layak Dipertahankan di PSS Sleman Musim Depan?
Optimisme makin membuncah menyongsong gelaran kompetisi Liga 2 setelah penyerang naturalisasi, Christian Gonzales, dipastikan merapat kendati namanya tak disertakan pada launching tim pertengahan April 2018 lalu lantaran belum menyelesaikan proses administrasinya dengan tim sebelumnya, Madura FC.
Benar saja, mantan penyerang Timnas Indonesia ini masih absen di laga perdana Super Elja di fase penyisihan grup putaran pertama kala meraih 3 poin perdana usai mengalahkan PSMP Mojokerto Putra 3-1, 26 April 2018 lalu.
Debut Gonzales bersama PSS Sleman justru tak berjalan mulus usai gol penaltinya gagal menyelamatkan muka timnya dari kekalahan perdana di kandang setelah kalah 1-2 dari Madura FC.
Situasi tim makin tak kondusif setelah di laga ketiga PSS Sleman gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 dari tuan rumah Persegres Gresik.
Memang, usai laga tersebut, manajemen PSS langsung mengadakan pertemuan dan menggelar evaluasi tim pelatih.
Mereka tak puas melihat raihan 4 poin dari 3 laga yang dijalani tim Elang Jawa.
Hasilnya, Herkis, sapaan Herry Kiswanto, menyatakan mundur.
Baca: Liga 1 2019 Direncanakan Bergulir Usai Pilpres, Ini Tanggapan PSS Sleman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pss-juara-liga-2_2018.jpg)