Yogyakarta

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 64 Kecamatan di DIY Rawan Pergerakan Tanah

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 64 Kecamatan di DIY Rawan Pergerakan Tanah

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 64 Kecamatan di DIY Rawan Pergerakan Tanah
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Fathonaty
Tim vertical rescue melakukan evakuasi korban di tebing longsor di Dusun Tambalan, Srimartani, Piyungan, Bantul, Rabu (5/12/2018) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sedikitnya 64 kecamatan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi gerakan tanah pada musim penghujan ini.

Bahkan, 17 kecamatan diantaranya mengalami potensi kerawanan menengah-tinggi dan berpotensi terjadinya banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

Data yang dirilis pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi menyebutkan 64 kecamatan yang rawan gerakan tanah ini tersebar di seluruh wilayah DIY.

Baca: Seluruh Bantaran Sungai di Kota Yogyakarta Rawan Longsor

16 kecamatan berada di Bantul, 18 kecamatan di Gunungkidul, 17 kecamatan di Sleman, 11 kecamatan berada di Kulonprogo, dan dua kecamatan di Kota Yogyakarta.

Untuk 17 kecamatan yang kerawanan kategori menengah tinggi dan rawan banjir bandang di antaranya adalah Banguntapan, Piyungan (Bantul), Gondokusuman, Tegalrejo (kota), Kalibawang (Kulonprogo), Berbah, Cangkringan, Depok, Kalasan, Minggir, Mlati, Ngaglik, Ngemplak, Pakem, Prambanan, Tempel dan Turi (Sleman).

Baca: Talut Sungai Code Ambrol

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menjelaskan, pihaknya meminta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana tanah longsor dan pergerakan tanah untuk mewaspadai bencana.

Dia meminta warga mencermati dan hati-hati terhadap gejala-gelaja potensi akan terjadinya pergerakan tanah.

“Gerakan tanah ini bisa dilihat dan pasti didahului hujan durasi panjang cukup intensitas tinggi. Warga bisa melihat ada tanah yang bergerak dan ikut aliran air keruh,” jelasnya, kemarin (5/12/2018). (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved