Yogyakarta

BPBD DIY Petakan 16 Kecamatan Berpotensi Longsor

BPBD DIY melakukan pemetaan terhadap 16 kecamatan yang tersebar di DIY yang berpotensi longsor

BPBD DIY Petakan 16 Kecamatan Berpotensi Longsor
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD DIY Danang Samsurizal 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna mengantisipasi terjadinya kembali siklon tropis yang sempat menyebabkan banjir di beberapa wilayah pada 2017 silam, BPBD DIY saat ini tengah melakukan persiapan untuk menghadapi puncak musim penghujan tahun ini.

Diantaranya, BPBD DIY melakukan pemetaan terhadap 16 kecamatan yang tersebar di DIY yang berpotensi longsor

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD DIY Danang Samsurizal mengatakan, pemataan ini berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca: Masuk Musim Penghujan, Sultan Minta Semua Dinas Cek Sarana dan Prasarana Umum

"Kecamatan yang memiliki resiko (longsor) tersebut kita siapkan dan kita lakukan pendekatan masyarakat karena kalau ada kejadian mereka yang berdampak langsung," ujar Danang pada Rabu (5/12/2018).

Sebanyak 16 kecamatan berpotensi longsor dipicu oleh curah hujan tersebar di Perbukitan Menoreh Kabupaten Kulon Progo, Perbukitan Seribu yang membentang dari sisi timur Kabupaten Sleman hingga Kabupaten Gunungkidul dan perbatasan Bantul dengan Gunungkidul.

Adapun wilayah Bantul yang berpotensi longsor diantaranya Kecamatan Dlingo, Imogiri, Pleret dan Piyungan

Untuk wilayah Gunungkidul yakni Kecamatan Patuk, Gedang Sari, Ngawen, Ngipar, Semin dan Ponjong.

Wilayah Kulon Progo yakni Kecamatan Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang.

Baca: Warga Dusun Tambalan Lakukan Simulasi Tanggap Bencana Longsor

Sedangkan untuk wilayah Sleman, Danang mengatakan, kecamatan yang rawan terjadi longsor yakni Kecamatan Prambanan.

Selain disebabkan oleh curah hujan, Kecamatan Prambanan, kata Danang, sering terjadi longsor yang disebabkan oleh batu gelincir

"(Potensi longsor) juga ada dibantaran sungai karena kadang-kadang sungai deras juga mengancam beberapa properti masyarakat," lanjutnya.

Baca: Diterjang Angin Topan dan Longsor, 191 Rumah Warga di Boyolali Rusak

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan seluruh BPBD baik yang ada di kota maupun kabupaten terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di tahun ini.

"Semua BPBD sudah mempersiapkan untuk menghadapi situasi yang tidak diinginkan. Baik dengan menggelar peralatan, kesiapsiagaan maupun memperbaiki sistem peringatan dini," ucap dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved