Ekonomi

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras Medium di Yogyakarta Mulai Merangkak Naik

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras Medium di Yogyakarta Mulai Merangkak Naik

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras Medium di Yogyakarta Mulai Merangkak Naik
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana (depan) saat meninjau harga bahan pokok di pasar ritel modern di Yogyakarta, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI, mengupayakan agar pasokan bahan pokok (bapok) dan stabilitas harga dapat terkendali jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) untuk wilayah DIY.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indrasari Wisnu Wardha mengklaim, untuk ketersedian bapok maupun harga saat ini wilayah DIY masih dapat dikatakan stabil.

Namun, ia melanjutkan, terdapat beberapa komoditas yang perlu diwaspadai lebih lanjut karena telah mulai menunjukkan kenaikan harga di pasaran.

"Seperti beras medium yang naik sekitar Rp500, kemudian telur ayam ras, namun harga daging ayam masih stabil di angka Rp33 ribu/kg," kata dia, di sela Rapat Koordinasi Daerah mengenai 'Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang kebutuhan Pokok Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019', Selasa (4/11/2018) di Inna Garuda Malioboro Hotel.

Baca: Bappebti dan Disperindag DIY Pastikan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

Naiknya harga beras medium, dikatakan Wisnu merupakan akibat dari cuaca yang sedang memasuki musim penghujan, sehingga mengakibatkan pasokan berkurang.

Meskipun demikian, pihaknya telah mengimbau Bulog yang memiliki ketersediaan beras medium dalam jumlah cukup agar segera disatukan ke sejumlah pasar.

Lebih lanjut Wisnu menuturkan, jika daerah mendapat kendala dalam hal pasokan bapok ataupun permintaan yang meningkat sehingga mengakibatkan harga cenderung naik, Ia memastikan akan melakukan pola distribusi yang tepat sehingga hal-hal demikian dapat diantisipasi.

"Misalnya untuk daging ayam, biasanya wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat itu surplus, jika DIY kurang untuk komoditas itu nanti bisa kita distribusikan," sebutnya. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved