Venezuela Rilis Data Ekonomi, Inflasi Tembus 860 Persen pada 2017

Bank sentral Venezuela mengirimkan data ekonomi penting kepada IMF pada pekan lalu. Laju inflasi yang dirilis berbeda dengan data IMF dan Bloomberg

Venezuela Rilis Data Ekonomi, Inflasi Tembus 860 Persen pada 2017
IST
Demonstrasi warga atas krisis ekonomi Venezuela. Negara kaya minyak ini bangkrut karena terlalu memanjakan rakyatnya dengan subsidi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bank sentral Venezuela mengirimkan data ekonomi penting kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada pekan lalu.

Data tersebut merupakan data inflasi dan merupakan data komprehensif pertama yang dirilis dalam sekira dua tahun terakhir.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (1/12/2018), data resmi yang dirilis tersebut menunjukkan inflasi Venezuela tak terkendali hingga mencapai 860 persen pada tahun 2017.

Wall of Shame, Tembok yang Banyak Dikritik karena Memisahkan Orang Kaya dan Miskin

Sementara itu, ekonomi terkontraksi 15,7 persen, yang berarti resesi dalam empat tahun berturut-turut.

Selama ini, Venezuela enggan mempublikasikan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi lantaran terjadi krisis.

IMF memperingatkan bahwa sanksi bisa saja dilakukan karena Venezuela tak kunjung mempublikasikan statistik perekonomian.

Menghindari sanksi tersebut, maka pada 20 November 2018 lalu bank sentral Venezuela akhirnya merilis data ekonomi.

Data Berbeda

Akan tetapi, data inflasi yang dilaporkan bank sentral berbeda dengan penghitungan IMF, yang menaksir inflasi Venezuela mencapai 2.818 persen pada tahun 2017.

Adapun indeks Bloomberg mengestimasikan inflasi Venezuela mencapai 1.718 persen.

Untuk mengetahui kondisi ekonomi Venezuela yang sebenarnya, sejumlah ekonom dan investor tak bisa mengandalkan data resmi pemerintah.

Akhirnya, mereka menggunakan data dari perusahaan multinasional, lembaga kajian, bahkan indikator-indikator sederhana seperti harga telur atau harga secangkir kopi.

Baca: Mengharukan, Saat Pilot Muda Beri Kejutan untuk Gurunya yang Jadi Penumpang di Hari Guru

Presiden Nicolas Maduro bersikukuh bahwa krisis yang melanda negaranya merupakan hasil dari sabotase ekonomi.

Sementara itu, para ekonom menuding bahwa hiperinflasi dan kelaparan yang terjadi di Venezuela terjadi karena sistem yang kompleks terkait kendali harga dan nilai tukar yang memicu korupsi. (Sakina Rakhma)

.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kepada IMF, Venezuela Laporkan Inflasi 860 Persen Pada 2017"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved