Pendidikan

Dosen UGM Teliti Kejadian Hiperlasi Neo Intimal Usai Pasang Ring Jantung

Indonesia menempati ranking ke-61 dunia dari negara dimana penduduknya meninggal akibat penyakit jantung koroner.

Dosen UGM Teliti Kejadian Hiperlasi Neo Intimal Usai Pasang Ring Jantung
istimewa
Dosen UGM Teliti Kejadian Hiperlasi Neo Intimal Usai Pasang Ring Jantung 

TRIBUNJOGJA.COM - Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang ditandai dengana adanya plak atau kerak aterosklerosis pada pembuluh darah arteri koroner sehingga pembuluh darah jadi menyempit sehingga menimbulkan gejala nyeri dada mendadak.

Indonesia menempati ranking ke-61 dunia dari negara dimana penduduknya meninggal akibat penyakit jantung koroner.

Satu dari beberapa upaya pengobatan penyakit ini disamping pemakaian obat-obatan adalah tindakan bedah pintas koroner, angioplasti dengan balon atau pemasangan stent (ring jantung).

Beberapa tahun belakang ini, penggunaan stent untuk pengobatan jantung koroner di Indonesia semakin meningkat pada era jaminan kesehatan nasiopnal menambah biaya yang harus ditanggung BPJS.

Oleh karena itu perlu upaya awal deteksi penyakit jantung koroner dengan menggunakan biomarker yang mempnuyai pertan penting dalam inisiasi dan resolusi dari inflamasi setelah adanya jejas vaskular.

Dosen spesialis penyakit jantung FKKMK UGM, dr Hariadi Hariawan, Sp PD, SpJP (K) mengatakan, pemasangan stent bare metal (BM) diketahui memberi manfaat klinis namun masih diikuti dengan terjadinya hiperplasi neo-intimal pada pembuluh darah yang dipasang stent karena adanya migrasi dan proliferasi dari sel otot polos vaskular.

“Untuk mengetahui efek dari pemasangan stent BM ini, perlu dilakukan penelitian kejadian hiperlasi neo intimal pada hewan yang dipasang stent bare metal,” katanya dalam ujian terbuka promosi doktor di Ruang Auditorium FKKMK, Kamis (29/11/2018).

Hariadi sendiri telah melakukan percobaan pada sepuluh kelinci, dimana enam kelinci dilakukan pemasangan stent BM dan empat kelinci sebagai kontrol tanpa stent.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan darah miRNA dan sitokin iflamasi.

Baca: Diet Manakah yang Terbaik untuk Kesehatan Jantung?

“Dari sampel darah dilakukan pemeriksaann miRNA-2, miRNA-24, IL-6 dan IL-8 dan jaringan pembuluh darah aorta abdominalis dilakukan pemeriksnaan patologi anatomi untuk mellihat adanya hiperplasia neointima,” katanya.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved