Dolar Ambruk, Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp13.000

Sejak Maret 2018, nilai tukar rupiah meninggalkan kisaran Rp 13.000 per dolar AS. Mungkinkan rupiah kembali ke kisaran Rp 13.000 per dolar AS

Dolar Ambruk, Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp13.000
KONTAN
Ilustrasi mata uang dolar 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak Maret 2018, nilai tukar rupiah meninggalkan kisaran Rp 13.000 per dolar AS.

Sejak itu pula, mata uang Garuda itu tak pernah kembali, justru anjlok kian dalam sampai menyentuh kisaran Rp 15.000 per dollar AS.
Namun, seiring angin sentimen pasar membaik, belakangan rupiah kembali menguat dan kini ada di kisaran Rp 14.300 per dolar AS. Tetapi, mungkinkan rupiah kembali ke kisaran Rp 13.000 per dolar AS seperti awal 2018 lalu?

"Kita masih punya ruang untuk penguatan rupiah. Masih bisa tembus ke arah Rp 13.000 per dolar AS," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu tak mau menyebut kapan rupiah bisa kembali ke kisaran Rp 13.000.

Meski begitu, ia mengatakan, banyak hal yang bisa membuat nilai rupiah terus menguat hingga bisa kembali ke kisaran Rp 13.000 per dolar AS.
Pertama, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20, Buenos Aires, Argentina pada 29 November-1 Desember 2018.

Bila pertemuan itu memberikan hasil baik, maka perang dagang antara AS dan China bisa mereda. Hal ini akan membuat tekanan terhadap rupiah akan lebih longgar.

Kedua, bank sentral AS, The Fed diyakini tidak akan menaikan suku bunga acuannya pada Desember 2018.

Hal ini diyakini membuat aliran modal keluar Indonesia akan menurun.

Dampaknya, permintaan dollar AS tidak meningkat oleh karena itu rupiah tak terus tertekan.

Ketiga, pemerintah yakin aliran modal dari luar negeri akan mengalir ke Indonesia.

Obral insentif fiskal melalui skema tax holiday yang baru bisa menggoda investasi asing masuk.
"Modal mulai masuk, udah masuk sebenarnya, atau lebih besar lagi masuknya sehingga transaksi modal dan finansial bisa mengimbangi defisit transaksi berjalan," kata dia.

"Maka (rupiah) kita akan mengarah ke fundamentalnya kembali kursnya dan sebagainya. Itu sebabnya, sebenarnya, ya ke depan kita harus fokus mengecilkan Current Account Deficit (CAD)," sambung Darmin. (Yoga Sukmana)

.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Kembali ke Rp 13.000 Per Dollar AS, Mungkinkah?"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved