Travel

Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul Kembali Diserbu Wisatawan

Bunga amarilis kembali mekar di daerah Dusun Ngasem Ayu, Kecamatan Patuk, Gunungkidul.

Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul Kembali Diserbu Wisatawan
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Wisatawan saat asik berfoto di kebun bunga amarilis milik Karsih di Dusun Ngasem Ayu, Kecamatan Patuk, Jumat (24/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bunga amarilis kembali mekar di daerah Dusun Ngasem Ayu, Kecamatan Patuk, Gunungkidul.

Sontak kawasan ini menjadi lokasi wisata.

Dari pantuan Tribunjogja.com, banyak wisatawan berfoto-foto di lokasi taman amarilis tersebut.

Pemilik kebun amarilis, Karsih mengatakan, bunga amarilis mulai bermekaran pada awal musim penghujan.

Biasanya bunga amarilis hanya dapat bertahan selama 2-3 minggu.

"Bertahan hanya 2-3 minggu, karena amarilis kalau sering terkena hujan akan rusak. Mulai mekar bunganya tidak bisa diprediksi, patokannya adalah awal mulai hujan biasanya selang beberapa hari mekar," katanya pada Tribunjogja.com, Jumat (23/11/2018).

Karsih mengatakan, saat ini bunga baru mekar selama empat hari.

Ia mengaku, belakangan ini wisatawan juga belum banyak yang datang.

Padahal tahun lalu, tiap harinya kebun tersebut dapat mendatangkan puluhan wisatawan.

"Tidak pasti berapa jumlah kunjungan wisatawannya, kemarin 50 wisatawan tiap wisatawan dikenakan retribusi Rp 10 ribu," akunya.

Baca: Bunga Amarilis Dulu Disia-sia, Kini Malah Membawa Berkah untuk Warga Gunungkidul

Ia membeli ratusan benih bunga amarilis dari tetangga sekitar untuk ditanam di kebunnya.

Perawatan bunga amarilis pun diakuinya tergolong mudah.

"Perawatannya ya biasa saja cuma disiram dan dipupuk," imbuhnya.

Sementara itu, seorang wisatawan asal Wonosari, Miati mengaku dirinya sering berkunjung ke kebun bunga amarilis tiap tahunnya, dan kali ini merupakan kunjungannya ketiga kalinya.

"Berkunjung untuk foto-foto dan saya unggah ke media sosial biasanya teman-teman yang ada di luar Yogyakarta seperti di Jakarta heran. Karena mereka tidak menyangka di Gunungkidul yang terkenal gersang ada taman seperti ini," katanya.

Baca: Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul Kembali Bermekaran

Pengunjung lainnya, Kharif Rinaldi asal Yogyakarta pun baru mengetahui ada kebun bunga amarilis dari internet.

"Aetelah sampai sini ternyata benar seperti foto-foto yang ada di internet," katanya.

Ia menyarankan kepada pengelola kebun agar memberikan pagar di pinggir bunga agar tidak terinjak oleh wisatawan saat asyik berfoto-foto.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved