Jawa

Protes Keras Warga Atas Pemagaran dari Taman Kyai Langgeng, Warga Tuntut Akses Masuk

Warga melayangkan protes keras terhadap pihak pengelola Taman Kyai Langgeng yang dinilai telah menghilangkan akses jalan.

Protes Keras Warga Atas Pemagaran dari Taman Kyai Langgeng, Warga Tuntut Akses Masuk
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Pagar beton yang membentang sepanjang 651 m dengan tinggi 240 cm dan 50 cm kawat berduri, membatasi rumah warga dan menutup akses masuk warga ke lokasi di Taman Kyai Langgeng, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pembangunan pagar beton yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Obyek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng (TKL) mendapat reaksi penolakan dari sebagian warga RW 9 dan 10 Kelurahan Cacaban.

Mereka melayangkan protes keras terhadap pihak pengelola Taman Kyai Langgeng yang dinilai telah menghilangkan akses jalan dan jalanan permukiman yang berbatasan langsung dengan area taman.

Sukarmo, Ketua RT07/RW09 Kelurahan Cacaban, mengatakan, warganya merasa keberatan dengan dilakukannya pemagaran menggunakan beton tanpa akses jalan bagi warga untuk masuk.

"Kami merasa tidak diberikan halaman dan akses jalan akibat di lahan pembatas TKL dipagari dengan beton," ujar Sukarmo pada Tribunjogja.com, Rabu (21/11/2018).

Protes pun disampaikan dalam audiensi dengan pihak pengelola TKL yang dihadiri sejumlah pihak di aula Kelurahan Cacaban.

Sukarmo mengatakan, sejarahnya sebelum dibangun Taman Kyai Langgeng dan masih bernama Taman Bunga, lahan tersebut masih menjadi tempat bermain anak-anak wilayah RW setempat.

Selain itu, di dalam taman juga ada sungai Bangkong yang menjadi sebuah tempat warga untuk mencuci dan memancing ikan.

Di sungai tersebut, warga menggunakannya untuk keperluan mandi, cuci dan kakus.

"Sungai Bangkong itu dulu menjadi MCK kami, dan warga juga sering mancing di sana. Kalau ditutup kan kami tidak dapat masuk ke sana. Dulu sebelum jadi Taman Kyai Langgeng juga lahan tersebut menjadi tempat bermain anak-anak wilayah RW setempat," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved