Amnesty Internasional Indonesia: UGM Mesti Berperan Aktif dalam Penyelesaian Kasus Agni

Amnesty Internasional Indonesia: UGM Mesti Berperan Aktif dalam Penyelesaian Kasus Agni

Amnesty Internasional Indonesia: UGM Mesti Berperan Aktif dalam Penyelesaian Kasus Agni
Tribun Jogja/ Yosef Leon Pinsker
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid (dua kiri) saat menyampaikan penjelasan dalam diskusi bertajuk 'Masa Depan dan Penegakan HAM di Indonesia' Sabtu (10/11/2018) di Wisdom Park UGM. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM - Merebaknya kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) belakangan ini turut ditanggapi oleh Amnesty International Indonesia.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid menyatakan, permasalah pelecehan seksual berbasis gender yang dialami oleh perempuan sering berakar pada sudut pandang moral dan agama yang selalu mensubordinasikan posisi mereka.

"Sehingga, posisi tersebut membuat perempuan rentan manjadi target dari kekerasan seksual," kata dia, dalam diskusi 'Masa Depan dan Penegakan HAM di Indonesia' Sabtu (10/11/2018) di Wisdom Park UGM.

Baca: Pelecehan di UGM, Ombudsman RI : Penangananya Seperti Kasus Pencurian Permen

UGM pun dikatakannya tidak perlu menjadi kecil hati dengan adanya kejadian ini. Karena, lanjut Usman, dalam daftar Komnas Perempuan kekerasan seksual terjadi bisa di manapun, diranah publik sekalipun.

"Persoalannya, kasus yang terjadi selama ini masih berada di taraf bawah permukaan sehingga tidak terpublikasi dan yang terjadi UGM ini merupakan puncak dari fenomena sesungguhnya," ujarnya.

Meskipun demikian, Usman juga menekankan bahwa UGM mesti mengambil peran aktif dalam permasalahan ini. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved