Bantul
Bupati Bantul Buka Gerakan Nasional Gemar Membaca
Safari gerakan nasional gemar membaca merupakan program nasional sebagai implementasi dari revolusi mental melalui mobilisasi pengetahuan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Bupati Bantul, Drs Suharsono, membuka safari gerakan nasional gemar membaca di aula perpustakan lantai III Dinas Perpustakaan dan Aku Kabupaten Bantul, Senin (05/11/2018).
Baca: Bantul Smart City, Upaya Peningkatan Layanan Pemerintah Terhadap Masyarakat
Dari pantauan Tribunjogja.com, safari gerakan nasional gemar membaca ini merupakan program nasional sebagai implementasi dari revolusi mental melalui mobilisasi pengetahuan, dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat Indonesia.
Pembukaan gerakan gemar membaca di Kabupaten Bantul ini dihadiri oleh Sekretaris utama Perpustakaan nasional Republik Indonesia, Sri Sumekar, DPR RI komisi X, Esty Wijayanti, Kepala Dinas perpustakaan dan kearsipan Bantul, Agus Sulistiyana, dan segenap pegiat literasi se-kabupaten Bantul.
Dalam sambutan, Bupati Bantul, Suharsono, mengatakan budaya membaca buku adalah kebiasaan yang lambat laun semakin pudar dan ditinggalkan oleh masyarakat di tengah gempuran teknologi.
Teknologi digitalisasi, kata Bupati, banyak menggantikan peran buku.
Tak heran, jika budaya membaca buku saat ini mulai ditinggalkan.
Terlebih, dengan hadirnya permainan dalam gadget, membuat anak-anak lebih gemar bermain game daripada membaca buku.
"Tentu ini menjadi keprihatinan. Padahal anak-anak adalah modal, anak-anak adalah aset. Harta kita yang kita miliki adalah anak-anak," tuturnya.
Sebab itu, melalui gerakan nasional gemar membaca, Suharsono mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk kembali menggalakkan budaya membaca buku.
"Saya mengajak masyarakat untuk membaca. Dari lingkungan terkecil, keluarga dirumah, sekolah, kantor dan diberbagai kesempatan yang ada," tutur Bupati.
Labih lanjut, mantan perwira menengah Polda Banten ini mengungkapkan bahwa membaca buku amat sangat penting dilakukan.
Bahkan menjadi kebutuhan primer.
Mengingat, tingginya persaingan dalam kehidupan global masa mendatang, membuat anak-anak dituntut untuk mengusai berbagai disiplin ilmu.
Ia menaruh harapan besar kepada anak-anak Kabupaten Bantul, supaya bisa pintar dan cerdas serta mampu berkiprah dikancah nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bupati-bantul-buka-gerakan-nasional-gemar-membaca_20181105_162149.jpg)