Kota Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta Luncurkan 14 Kampung KB

pembentukan Kampung KB tersebut, imbuhnya, selaras dengan program BKKBN yang dalam rentang tahun 2015-2019 diberi mandat untuk menyukseskan Nawacita

Pemkot Yogyakarta Luncurkan 14 Kampung KB
ist
Logo Pemkot Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan 14 Kampung KB pada 2018.

Peluncuran tersebut dilaksanakan di Ruang Bima Kompleks Balaikota Yogyakarta, Sabtu (3/11/2018).

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Eny Rahmawati menjelaskan bahwa Kampung KB dulunya dimulai dari tingkat RW dan secara bertahap mencapai tingkat kampung.

"Tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah meningkatkan peran pemerintah dalam memberikan fasilitas dan pendampingan pada pembangunan keluarga, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan meningkatkan jumlah KB aktif," ucapnya dalam sambutan.

Baca: Kampung KB, Solusi Program Pembangunan Keluarga Sejahtera

Selain itu, lanjutnya, tujuan dari diluncurkannya Kampung KB adalah untuk meningkatkan ketahanan keluarga, menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga, meningkatkan derajat pendapatan, dan meningkatkan sanitasi lingkungan yang sehat dan bersih.

"Keberhasilan Kampung KB ini tergantung pada komitmen bersama warga," terangnya.

Selanjutnya, pembentukan Kampung KB tersebut, imbuhnya, selaras dengan program BKKBN yang dalam rentang tahun 2015-2019 diberi mandat untuk menyukseskan Nawacita kelima yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

"Bapak Presiden mengamanatkan BKKBN menyusun program untuk memperkuat upaya pengendalian penduduk dan dapat langsung menyentuh wilayah, maka disepakati untuuk membentuk Kampung KB," tandasnya.

Baca: 2 Hari Berturut-turut, BKKBN DIY Gelar Integrasi Kampung KB di 4 Tempat

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan bahwa dalam perpektif Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, yang harus diatasi adalah bagaimana menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk, mengatur jarak kelahiran, dan mengurangi bahkan meniadakan perkawinan dini.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved