Pendidikan

UGM Sediakan Pekerjaan Paruh Waktu bagi Mahasiswa yang Terdampak Gempa

UGM memberikan bantuan yang dapat meringankan beban mereka, seperti memberikan pekerjaan kepada mahasiswa, hingga menggratiskan UKT.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Rektor ugm saat diwawancarai , senin (8/10) 

TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Gadjah Mada (UGM) lakukan berbagai upaya untuk meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak gempa di Palu, Donggala dan Lombok.

Satu di antara bantuannya ditujukan kepada mahasiswa UGM yang keluarganya masih menderita kesusahan di tempat asalnya.

Baca: CIMEDs UGM Sumbangkan Implan Penyambung Tulang untuk Korban Gempa Tsunami Palu

Satu dari beberapa dampak bencana yakni melumpuhnya perekonomian yang dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.

Maka dari itu pihak UGM memberikan bantuan yang dapat meringankan beban mereka, seperti memberikan pekerjaan kepada mahasiswa, hingga menggratiskan UKT.

Rektor UGM, Panut Mulyono mengatakan bahwa kesulitan tidak bisa dielakan lagi ketika bencana alam melanda, dan pihaknya tidak mau mahasiswanya terpaksa putus kuliah karena terdampak bencana alam ini.

Dari data yang ia miliki, setidaknya terdapat 200an mahasiswa dari Sulawesi Tengah dan Lombok yang menuntut ilmu di UGM.

"Kita harus membantu sekuat tenaga, mereka harus lulus dan jadi sarjana dan alumni UGM. Yang diharapkan juga nantinya mereka akan lebih peduli kepada masyarakat umum dan kesusahan orang banyak," ujar Rektor saat ditemui Tribunjogja.com di UC UGM, Senin (8/10/2018).

"Ketika dia pernah mengalami kesulitan yang dasyat dan banyak orang mengulurkan tangan, rasanya karakter mereka nanti juga tumbuh menjadi orang yang suka membantu," tambahnya.

Sebagai mahasiswa rantau, bencana ini akan menyulitkan mereka terlebih keluarga juga dimungkinkan akan kesulitan membiayai hidup mahasiswa di Yogyakarta.

Karena hal itu, secara spesifik Panut menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan pekerjaan paruh waktu agar para mahasiswa yang keluarganya tertimpa bencana dapat menghidupi dirinya sendiri selama di Yogyakarta.

Para mahasiswa tersebut dapat mendaftar di bidang kemahasiswaan untuk nantinya ditempatkan melalui koordinasi dengan fakultas dan prodi-prodi yang ada.

Mereka bisa bekerja di bidang sistem informasi bagi yang ahli IT, atau membantu administrasi atau bidang kemahasiswaan lainya di tempat ia bekerja nanti.

Selain itu, ada pula bantuan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa yang keluarganya terkena dampak bencana gempa dan tsunami.

Biaya kuliah tersebut berupa digratiskannya pembayaran biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk satu semester.

Tidak menutup kemungkinan di semester berikutnya tetap digratiskan, dengan melihat kondisi keluarga masing-masing.

Kebijakan pemberian keringanan biaya kuliah ini menurut Rektor dapat meringankan beban ekonomi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang terkena dampak bencana di Palu, Donggala dan Lombok.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved