Bisnis

Eksportir Asal Jogja Masih Wait and See Membidik Pergerakan Dollar

Pelemahan rupiah menambah keuntungan sekaligus menaikkan daya saing produk Indonesia.

Eksportir Asal Jogja Masih Wait and See Membidik Pergerakan Dollar
Vladimir Trefilov / Sputnik
Dollar 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih betah berada di angka Rp 14.824, pada Kamis (13/8/2018).

Hak ini menciptakan ketidakpastian bagi para pengusaha khususnya pelaku ekspor.

Baca: Harga Buku Ikut Naik Akibat Pelemahan Rupiah

Mereka saat ini menerapkan sikap wait and see dalam menggenjot produksi.

Ketua Bidang Organisasi DPP ASMINDO Endro Wardoyo mengatakan pada dasarnya pelaku ekspor mendapatkan keuntungan jika rupiah melemah.

Pelemahan rupiah menambah keuntungan sekaligus menaikkan daya saing produk Indonesia.

"Ekportir besar biasa menggunakan sistem kontrak jadi harga ditentukan kurs pada waktu kesepakatan kontrak," ujar Endro pada Tribunjogja.com.

Kentingaan maksimal, kata Edro mungkin didapatkan jika melakukan transaksi pada saat Dollar tengah naik.

“Ini sesungguhnya momen yang baik untuk meningkatkan ekspor,” imbuhnya.

Meski demikian pihaknya tidak terlalu banyak berharap keuntungan besar seiring kenaikan mata uang Paman Sam, karena minat pasar juga berpengaruh.

Halaman
123
Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help