Bisnis

OJK : Perbankan Yogyakarta Belum Terdampak Depresiasi Rupiah

Industri perbankan yang berada di DIY saat ini masih terbilang aman dan belum merasakan dampakdari melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

OJK : Perbankan Yogyakarta Belum Terdampak Depresiasi Rupiah
Vladimir Trefilov / Sputnik
Dollar 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Untung Nugroho menyebut, industri perbankan yang berada di DIY saat ini masih terbilang aman dan belum merasakan dampak yang signifikan akibat dari melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi itu, terangnya, dikarenakan perbankan di DIY masih terbilang sedikit atau bahkan mungkin tidak ada yang memiliki aset ataupun utang dalam bentuk valuta asing (valas).

Baca: Rupiah Masih Bertahan di Level Rp 14.863 per Dolar AS

"Jadi, untuk perbankan di DIY ini masih aman, kalaupun ada dolarnya paling kecil jadi tidak terdampak, apalagi untuk BPR " katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (12/9/2018).

Meskipun demikian, Untung mengatakan, bila kondisi kurs tetap dalam kondisi seperti ini bukan tidak mungkin dalam jangka panjang industri perbankan akan merasakan dampaknya.

Dampak yang ditimbulkan, lanjutnya, berupa potensi kredit macet atau non-performing loan (NPL) di industri perbankan yang akan semakin membesar.

Hal itu disebabkan oleh para nasabah yang mempunyai usaha berorientasi impor, dengan melemahnya rupiah otomatis beban usaha yang mesti ditanggung oleh nasabah membengkak, sehingga potensi NPL akan timbul.

Baca: Rupiah Terdepresiasi, Disperindag Sleman Sebut Industri Kedelai dan Logam Paling Terdampak

"Apalagi DIY kan punya cukup banyak UMKM. Mereka yang kandungan impornya tinggi pasti akan terkendala dengan mahalnya bahan baku dan mau tidak mau mesti menaikkan harga," jelasnya.

"Nah, naiknya harga itu kemungkinan besarnya pasti berpengaruh pada keuntungannya yang berkurang dan itu juga akan mempengaruhi kemampuan untuk membayar kredit ke bank yang pastinya akan tersendat," tutupnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help