Lampah Budaya Mubeng Beteng

Bule Austria Ikuti Ritual Lampah Budaya Mubeng Beteng

Ribuan warga Yogyakarta mengikuti ritual 'Lampah Budaya Mubeng Beteng' dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Jawa 1 Surya 1952 Be

Tayang:
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Film maker asal Austria, Victor saat mengikuti ritual  'Lampah Budaya Mubeng Beteng' sekaligus mengabadikan momen ritual ini untuk membuat film dokumenter. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Ribuan warga Yogyakarta mengikuti ritual 'Lampah Budaya Mubeng Beteng' dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Jawa 1 Surya 1952 Be pada Selasa Wage (11/9/2018).

Sejak pukul 20.00 WIB, ribuan warga bersama dengan Abdi Dalem telah berkumpul di Kagungan Dalem Ponconiti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Para peserta Lampah Budaya akan menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer.

Seperti biasanya, karena ini Lampah prihatin, maka rute perjalanannya mengarah ke kiri atau berlawanan arah dengan jarum jam.

Rute yang akan dilalui dari pelataran Keben - Jl Rotowijayan - Jl Kauman - Jl Agus Salim - Jl Wahid Hasyim - Suryowijayan - Pojok Beteng Kulon - MT Haryono - Plengkung Gading - Pojok Beteng Wetan - Jl Brigjen Katamso- Jl Ibu Ruswo - Alun-alun Utara.

Lampah Budaya ini tak hanya di ikuti oleh warga Yogyakarta saja, beberapa turis asing pun tampak mengikuti ritual ini

Victor, wisawatan asal Austria pun turut mengikuti ritual Lampah Budaya Mubeng Beteng.

Kepada Tribunjogja.com Victor menuturkan, dirinya sangat tertarik dengan budaya Jawa sudah sejak lama, namun ini pertama kali ia mengikuti ritual Lampah Budaya.

Ribuan masyarakat mengikuti ritual  'Lampah Budaya Mubeng Beteng
Ribuan masyarakat mengikuti ritual 'Lampah Budaya Mubeng Beteng (Tribun Jogja/ Noristera Pawestri)

"Ini kesempatan saya ikut. Saya sudah mendengar kegiatan ini, tentunya saya ingin punya pengalaman bagaimana jalan-jalan dengan diam bersama ribuan orang," ujarnya.

Kedatangannya ke Kota Gudeg ini juga dalam rangka riset untuk membuat film dokumenter tentang Budaya Jawa.

"Sudah tiga minggu di Yogja untuk riset, karena saya film maker saya tahun depan ingin membuat dokumenter Budaya Jawa. Karena saya senang dengan Budaya Jawa," terang dia.

Tepat pukul 00.00 WIB, arak-arakan mulai bergerak dari Plataran Keben, Kraton Yogyakarta yang dilepas langsung oleh GKR Mangkubumi. 

Ribuan warga pun langsung berjalan mengelilingi beteng Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan membisu. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved